Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) mengganti mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya setelah konsorsium yang sebelumnya diumumkan tidak melanjutkan proses hingga penerbitan Conditional Letter of Award (CLoA).
Dalam penyerahan CLoA kepada delapan mitra PSEL Tahap II pada 20 Juli 2026, Danantara menetapkan mitra untuk proyek Medan Raya melalui mekanisme Mitra Cadangan, sesuai ketentuan seleksi yang telah ditetapkan sejak awal.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan proses seleksi dijalankan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Proses seleksi mitra yang dijalankan DIM dan Denera dilaksanakan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Kami berharap seluruh mitra dapat memenuhi target yang telah disepakati serta menerapkan standar tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya,” kata Pandu dalam keterangannya dikutip Rabu (22/7/2026).
Sebelumnya, Danantara menetapkan SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) sebagai mitra terpilih untuk proyek PSEL Medan Raya. Namun, dalam proses penerbitan CLoA, penetapan tersebut dialihkan kepada mitra cadangan yaitu Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama) setelah persyaratan yang ditetapkan tidak terpenuhi.
Mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem tata kelola yang telah dirancang sejak awal proses seleksi sehingga proyek tetap dapat berjalan tanpa harus mengulang seluruh tahapan pengadaan.
Penetapan Mitra Cadangan menjadi Mitra Terpilih ini menjadi bagian dari penerapan tata kelola yang baik dan konsisten sepanjang proses seleksi PSEL Tahap Kedua
Evaluasi dilakukan bersama penasihat independen di bidang teknis, hukum, dan komersial dengan mempertimbangkan pengalaman proyek waste-to-energy, kemampuan pendanaan, kesiapan implementasi, aspek komersial, strategi, hingga pengelolaan risiko.
Dijelaskan, seluruh persyaratan dalam CLoA diterapkan secara konsisten tanpa pengecualian. Apabila salah satu persyaratan tidak dipenuhi, mekanisme Mitra Cadangan secara otomatis diberlakukan agar proyek tidak mengalami keterlambatan.
Proses seleksi PSEL Tahap II sendiri berlangsung kurang dari tujuh pekan. Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) yang berasal dari tujuh negara, sebanyak 68 proposal masuk untuk delapan lokasi proyek.
Empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia, sementara sisanya dipimpin perusahaan asal Prancis dan China. Seluruh proses evaluasi didampingi penasihat independen lokal maupun internasional.
Setelah menerima CLoA, seluruh mitra akan memasuki tahapan menuju Final Letter of Award (FLoA), termasuk penyusunan studi kelayakan yang ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026. Tahapan berikutnya meliputi penyelesaian perizinan, serah terima lahan, hingga groundbreaking yang ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Apabila mitra terpilih kembali tidak dapat memenuhi persyaratan, penunjukan akan dialihkan kepada mitra cadangan atau dilakukan penawaran ulang. ***
Daftar mitra penerima CLoA PSEL Tahap II:
- Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama) – Medan Raya
- Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) – Kabupaten Bekasi
- Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) – Lampung Raya
- Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) – Serang Raya
- Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) – Semarang Raya
- Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) – Surabaya Raya
- MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) – Bogor Raya 2
- Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE–Tianjin CITICC) – Yogyakarta Raya.



