Ecobiz.asia – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pascatambang milik PTBA.
Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari upaya memperluas portofolio energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendukung target transisi energi nasional.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam mempercepat transformasi bisnis menuju energi bersih, sejalan dengan peluang pengembangan PLTS yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
“Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan,” ujar Bambang dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Melalui kerja sama tersebut, kedua BUMN akan mengeksplorasi pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi sebagai lokasi pembangunan PLTS dan proyek energi terbarukan lainnya.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto mengatakan keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan PLTS. Menurut dia, lahan bekas tambang yang telah direklamasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi bersih sekaligus meningkatkan nilai ekonomi aset perusahaan.
“Salah satu tantangan pengembangan PLTS adalah ketersediaan lahan. PTBA memiliki lahan pascatambang yang telah direklamasi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai kawasan pengembangan energi surya. Saat ini terdapat lebih dari 250 hektare lahan yang siap dikembangkan,” kata Turino.
Selain pengembangan PLTS, PTBA juga terus menjalankan diversifikasi bisnis melalui proyek hilirisasi batu bara, seperti coal to DME, synthetic natural gas (SNG), dan kalium humat. Di sisi lain, perusahaan memperluas investasi pada energi baru terbarukan dengan portofolio PLTS yang saat ini telah mencapai sekitar 1,2 megawatt peak (MWp).
Menurut Turino, pemanfaatan lahan pascatambang untuk proyek energi terbarukan diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis hijau perusahaan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.
Kerja sama PTBA dan Pertamina NRE juga diharapkan menjadi bagian dari sinergi BUMN dalam mengoptimalkan aset nasional untuk mendukung pengembangan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional. ***



