Pertamina dan LanzaTech Jajaki Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Rendah Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) menggandeng LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon melalui pengolahan sampah perkotaan menjadi bahan bakar berbasis teknologi waste to fuel.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Amerika Serikat. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren.

Kerja sama kedua perusahaan difokuskan pada pengembangan teknologi konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif di Indonesia.

Read also:  Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Oki Muraza mengatakan Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan besar, yakni meningkatnya volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus tumbuh.

Menurutnya, volume sampah nasional mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari, sementara kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga 2,4 juta kiloliter pada 2030.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi,” ujar Oki dikutip Kamis (7/5/2026).

Read also:  Potensi Bioenergi 80 Juta Ton, Baru 20 Juta Ton Dimanfaatkan

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan rantai nilai ekonomi sirkular mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunannya sebagai bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia.

LanzaTech merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi fermentasi mikroba untuk mengubah gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia bernilai tambah. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, teknologi tersebut dinilai mampu membantu industri menekan emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Read also:  PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Jennifer Holmgren menyatakan teknologi modular yang dikembangkan LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah perkotaan.

Dengan pengalaman komersial di berbagai negara, lanjut Jennifer, teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan energi bersih berbasis inovasi sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

TOP STORIES

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...