Indonesia Siapkan Tiga Skema Implementasi Biodiversity Credit, Apa Saja?

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mempercepat implementasi high integrity biodiversity credit untuk memperkuat pembiayaan keanekaragaman hayati dan mendorong pendekatan pembangunan berbasis nature positive.

Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan perlindungan keanekaragaman hayati menjadi agenda prioritas nasional yang harus terintegrasi dalam kebijakan pembangunan.

“Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat besar, namun juga menghadapi tekanan akibat pembangunan dan perubahan penggunaan lahan. Oleh karena itu, kita tidak boleh berdiam diri,” ujar Hanif dalam Kick Off Indonesia Chapter on High Integrity Biodiversity Credit di Jakarta, Selasa (22/4/2026).

Read also:  Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Hanif menekankan keanekaragaman hayati tidak hanya berfungsi sebagai aset ekologis, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan, kesehatan, energi, dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Instrumen biodiversity credit dinilai sebagai mekanisme berbasis hasil yang dapat mendorong kontribusi sektor publik dan swasta secara transparan dan akuntabel dalam konservasi dan restorasi ekosistem.

Pemerintah menyiapkan tiga skema utama dalam implementasinya. Pertama, skema mandatory yang mengatur kewajiban konservasi dalam kegiatan usaha. Kedua, skema biodiversity offset untuk pemulihan ekosistem akibat dampak kegiatan ekonomi. Ketiga, skema biodiversity credit berbasis sukarela yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Read also:  Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Selain penguatan kebijakan, KLH/BPLH juga mendorong pengembangan proyek percontohan di berbagai wilayah sebagai model implementasi yang dapat direplikasi secara nasional.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas yang aktif mengintegrasikan nilai keanekaragaman hayati ke dalam sistem ekonomi dan kebijakan pembangunan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...

Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meminta industri pertambangan memperkuat dekarbonisasi seiring besarnya keuntungan yang diperoleh...

Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mencabut izin usaha lima perusahaan yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah sebagai...

TOP STORIES

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...