Ecobiz.asia – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina New & Renewable Energy menghadirkan penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) portabel bagi nelayan kecil di pesisir Cilamaya.
Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan melaut pada malam hari sekaligus mendorong produktivitas dan efisiensi biaya operasional nelayan.
Bantuan yang diberikan berupa paket penerangan PLTS portabel yang dipasang di kapal nelayan. Sistem ini terdiri dari panel surya di bagian atas perahu, baterai penyimpanan energi, serta lampu penerangan yang digunakan saat melaut malam.
Energi matahari yang dikumpulkan pada siang hari disimpan dan dimanfaatkan sebagai sumber listrik sepanjang malam.
Sejumlah nelayan menyebut penerangan PLTS memberikan dampak langsung terhadap aktivitas melaut. Budiman, nelayan setempat yang telah melaut sejak 2000, mengatakan penerangan yang stabil memungkinkan ia menebar jaring lebih banyak dibanding sebelumnya.
“Dengan lampu yang terang dan konsisten, saya bisa menebar jaring hingga lima atau enam kali dalam semalam. Dulu hanya beberapa kali karena khawatir lampu mati,” ujarnya dikutip Kamis (19/2/2026).
Nelayan lain, Kiki Mulyana, menyampaikan bahwa penggunaan PLTS juga menekan biaya operasional. Sebelumnya, ia mengandalkan aki yang mudah rusak saat terkena air dan membutuhkan penggantian rutin. “Sekarang lebih hemat. Penerangan membantu navigasi di jalur sempit dan memilih ikan, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan,” katanya.
Selain mendukung aktivitas di laut, penerangan PLTS turut dimanfaatkan di darat untuk perbaikan jaring dan persiapan melaut. Bagi nelayan di wilayah minim penerangan, solusi ini dinilai andal dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE Rizki Vistiari menegaskan program ini dirancang untuk memberi manfaat langsung di tingkat tapak. “Pemanfaatan energi surya di kapal nelayan membantu meningkatkan keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan. Ini bagian dari komitmen kami agar transisi energi menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat pesisir,” ujarnya. ***




