SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 3.223 unit.

Ekspansi tersebut turut memperluas jangkauan layanan. Hingga akhir 2025, SPKLU PLN telah beroperasi di 3.007 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia, naik signifikan dari 2.192 lokasi pada 2024.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan peningkatan infrastruktur pengisian daya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik dan menekan emisi karbon sektor transportasi.

Read also:  Pertamina–MIND ID Percepat Hilirisasi Batu Bara Jadi DME untuk Substitusi LPG

“PLN berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menyediakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang andal dan merata. Dengan ketersediaan SPKLU yang semakin masif, kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujar Darmawan, Minggu (8/2/2026).

Dari sisi teknologi, PLN juga memperkuat kualitas layanan SPKLU. Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyebutkan, hingga kini tersedia 633 unit ultra fast charging, 482 unit fast charging, 2.681 unit medium charging, serta 859 unit standard charging.

Read also:  PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

“Kami tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kecepatan dan keandalan layanan. Teknologi pengisian daya yang lebih cepat menjadi kunci untuk mengurangi kekhawatiran pengguna kendaraan listrik,” kata Adi.

Seiring penguatan SPKLU publik, minat terhadap layanan Home Charging Services (HCS) PLN juga meningkat tajam. Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan HCS mencapai 70.250, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 32.215 pelanggan pada 2024.

PLN menilai pertumbuhan HCS didorong oleh sejumlah insentif, antara lain diskon 50 persen biaya pasang baru atau tambah daya, serta potongan tarif listrik 30 persen untuk pengisian daya pada pukul 22.00–05.00 WIB yang berlaku sejak Juli 2025 hingga Juni 2026.

Read also:  INPEX Masela dan Pemda Kepulauan Tanimbar Tanam 1.000 Mangrove, Perkuat Pengelolaan Lingkungan Pesisir

Selain infrastruktur fisik, PLN mengoptimalkan layanan digital melalui Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile. Fitur Trip Planner membantu pengguna merencanakan perjalanan berbasis jarak tempuh dan lokasi SPKLU, sementara AntreEV digunakan untuk mengatur antrean pengisian daya.

“Ke depan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan digital untuk memastikan kesiapan ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujar Adi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan energi yang...

TOP STORIES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel...

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...

Indonesia, UK Launch MFP Phase 5 to Strengthen Forest Governance, Boost Global Confidence

Ecobiz.asia – The Indonesian government, in partnership with the UK government, has launched Phase 5 of the Multistakeholder Forestry Programme (MFP) to strengthen sustainable...