Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya biodiesel berbasis High Acid Crude Palm Oil (HACPO) dan bioetanol.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas portofolio energi terbarukan Pertamina, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pengembangan biodiesel berbasis HACPO dan bioetanol tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga mengoptimalkan potensi sumber daya biofuel domestik yang tersedia di Indonesia,” ujar John dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Read also:  Survei: Progres Energi Terbarukan Indonesia Stagnan Meski Permintaan Industri Tinggi

Nota kesepahaman (MoU) pengembangan bioenergi antara Pertamina NRE dan PT Medco Intidinamika ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Harian Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Norman Ginting dan Direktur PT Medco Intidinamika Aradea Z. Arifin di Griya Arifin Panigoro, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Kerja sama ini mencakup studi dan kajian kelayakan dari aspek teknis, ekonomi, pasar, dan lingkungan, termasuk diskusi strategis pemanfaatan fasilitas yang dimiliki masing-masing pihak.

Read also:  Proyek PLTS Terapung Patungan PLN-ACWA Power Tersendat Izin Penggunaan Kawasan Hutan

Kedua perusahaan juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan biofuel, seperti biodiesel berbasis HACPO, used cooking oil (UCO), dan palm oil mill effluent (POME).

Selain itu, penjajakan kerja sama turut mencakup rencana reaktivasi pabrik bioetanol PT Medco Ethanol Lampung (MEL) di Lampung sebagai bagian dari penguatan ekosistem bioenergi nasional.

Dalam rangka memperkaya penjajakan proyek, Pertamina NRE dan Medco juga mengeksplorasi potensi kolaborasi dengan penyedia teknologi bioenergi global, termasuk Envien Group, yang memiliki pengalaman internasional dalam pengembangan biodiesel dan bioetanol.

Read also:  PEP Bunyu Field dan FSPPB Tanam Pohon untuk Dukung Keberlanjutan Lingkungan

Keterlibatan mitra teknologi diharapkan dapat memperkuat aspek teknis, operasional, dan penerapan praktik terbaik global.

Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro menilai sinergi dengan Pertamina NRE sebagai langkah positif untuk membangun kemitraan jangka panjang di sektor energi bersih.

“Kami melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk membangun sinergi konstruktif dalam pengembangan bioenergi yang mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan,” kata Hilmi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) dan transportasi CO2 untuk...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...