PSEL Banjarmasin Raya Kelola 535 Ton Sampah per Hari Menjadi Energi Listrik

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Banjarmasin Raya dengan kapasitas pengolahan mencapai 535 ton sampah per hari.

Percepatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pembangunan PSEL merupakan langkah konkret untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih.

Read also:  MoU PSEL Semarang Raya Diteken, Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Listrik

“Bapak Presiden menginstruksikan percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai solusi konkret penanganan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih,” ujar Hanif di Banjarbaru, Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan data KLH/BPLH tahun 2025, timbulan sampah di wilayah Banjarmasin Raya mencapai 945 ton per hari, terdiri dari Kota Banjarmasin 491 ton, Kabupaten Banjar 354 ton, dan Kabupaten Barito Kuala 100 ton per hari.

Read also:  Hari Bakti Rimbawan 2026, Kemenhut Perkuat Tata Kelola Hutan Transparan dan Profesional

Melalui proyek PSEL, kapasitas pengolahan direncanakan sebesar 535 ton per hari, dengan komposisi 415 ton dari Kota Banjarmasin, 70 ton dari Kabupaten Barito Kuala, dan 50 ton dari Kabupaten Banjar.

Pembangunan fasilitas ini dinilai mendesak seiring kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) di wilayah tersebut. TPA Basirih dan TPA Tabing Rimbah telah ditutup, sementara TPA Cahaya Kencana dan TPA Regional Banjarbakula menghadapi keterbatasan kapasitas serta masih ditemukan praktik open dumping.

Read also:  Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai, Perjalanan Pulang Capai 14 Hari

Hanif menegaskan keberhasilan proyek sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan, jaminan pasokan sampah, serta sistem pengangkutan yang konsisten. Selain itu, pemilahan sampah di tingkat masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi operasional PSEL.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Bangun 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Prabowo Bakal Tutup 13 PLTD

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) serta penghentian bertahap operasional pembangkit listrik tenaga diesel...

Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR, Kapasitas hingga 10.000 Unit per Tahun

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari...

METI Dorong Percepatan Transisi Energi untuk Perkuat Kemandirian Nasional

Ecobiz.asia — Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menekankan pentingnya percepatan transisi energi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional di tengah...

Uji 1.000 Jam, Pelaku Tambang Sebut Biodiesel B50 Aman untuk Alat Berat

Ecobiz.asia — Uji coba penggunaan biodiesel 50 persen (B50) pada alat berat sektor pertambangan menunjukkan hasil positif, dengan kinerja mesin tetap stabil dan tanpa...

Prabowo Evaluasi, Cabut Izin Pertambangan Bermasalah di Hutan: Enggak Ada Kasihan Sekarang!

Ecobiz.asia - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan (IUP) yang...

TOP STORIES

Prabowo Targets 100 GW Solar Buildout, Plans to Phase Out 13 Diesel Power Plants

Ecobiz.asia — Prabowo Subianto has set a target to develop up to 100 gigawatts (GW) of solar power capacity while gradually phasing out diesel-fired...

Bangun 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Prabowo Bakal Tutup 13 PLTD

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) serta penghentian bertahap operasional pembangkit listrik tenaga diesel...

Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR, Kapasitas hingga 10.000 Unit per Tahun

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari...

IIGCE 2026 Digelar Agustus, Dorong Panas Bumi sebagai Baseload Transisi Energi

Ecobiz.asia — Indonesian Geothermal Association (INAGA) akan menggelar The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta...

AMMAN Raih PROPER Hijau 2025, Dorong Inovasi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat

Ecobiz.asia -- PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meraih predikat PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menegaskan...