PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Rantai Pasok Biomassa Terintegrasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerja sama dengan PT Kalimantan Powerindo untuk mengembangkan rantai pasok bioenergi terintegrasi guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transisi menuju net zero emission 2060.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan biomassa menjadi komponen penting dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya,” ujarnya dikutip Senin (6/4/2026). Nota kesepahaman ditandatangani pada 2 April 2026 di Jakarta.

Read also:  Danantara Resmi Tunjuk 2 Perusahaan China Jadi Operator Pembangkit Listrik Sampah, Wajib Lakukan Ini

PLN EPI mendorong integrasi rantai pasok melalui pengembangan skema hub dan sub-hub untuk konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta efisiensi distribusi ke pembangkit.

Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan program cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap.

“Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya mengamankan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa,” kata Hokkop.

Ia menambahkan bahwa dinamika geopolitik global mendorong diversifikasi energi berbasis sumber daya domestik. Menurutnya, energi fosil akan berperan sebagai penyangga, sementara biomassa perlu didorong sebagai bagian dari sumber energi utama ke depan.

Read also:  Pertamina–POSCO Perkuat Akselerasi Teknologi Rendah Karbon, Jajaki CCS hingga Hidrogen Biru

Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo, Rudy Gunawan, menyatakan kerja sama ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam pengembangan energi terbarukan.

“Inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan untuk berkontribusi pada transisi energi dan mendukung pencapaian net zero emission,” ujarnya.

Rudy menilai Kalimantan memiliki potensi sebagai pusat pengembangan biomassa, terutama dari limbah industri kelapa sawit dan sumber energi lainnya.

Read also:  PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ia menyebut pengembangan model hub terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat pasokan domestik, serta menciptakan nilai tambah ekonomi.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan menjajaki pengembangan biomass hub di Kalimantan Timur dengan pemanfaatan bahan baku seperti cangkang sawit, empty fruit bunch, biomassa kayu, dan bioCNG. Proyek ini diharapkan mendukung pasokan bahan bakar untuk cofiring serta menjadi model pengembangan bioenergi terintegrasi di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council Perkuat Kolaborasi Knowledge Exchange Pengembangan Bioetanol

Ecobiz.asia -- Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) pada Jumat,...

Pertamina–POSCO Perkuat Akselerasi Teknologi Rendah Karbon, Jajaki CCS hingga Hidrogen Biru

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama pengembangan teknologi rendah karbon dengan POSCO International Corporation, mencakup carbon capture hingga hidrogen biru sebagai bagian...

Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara, Bukti Komitmen Keselamatan Kerja

Ecobiz.asia — PT Pertamina Drilling Services Indonesia meraih tiga penghargaan dari International Association of Drilling Contractors (IADC) Southeast Asia Chapter sebagai pengakuan atas kinerja...

PHE Gandeng SK Group, ExxonMobil, dan POSCO Kembangkan CCS Lintas Negara

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra global, yakni SK Group bersama ExxonMobil, serta POSCO International. Penandatanganan MoU...

Dorong Energi Bersih, PGN Perluas Pemanfaatan BBG di Transportasi

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor...

TOP STORIES

Mikroalga Berpotensi Jadi Basis Bioenergi, Bahan Baku Industri hingga Solusi Perubahan Iklim

Ecobiz.asia — Mikroalga dinilai memiliki potensi strategis sebagai sumber bioenergi, bahan baku industri, hingga solusi mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap karbon dan menghasilkan...

Pemerintah Percepat PSEL Makassar Raya, Kapasitas Pengolahan 1.000 Ton Per Hari

Ecobiz.asia — Pemerintah pusat mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar Raya melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi...

Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Tertibkan Sawit Ilegal, Pulihkan Mangrove di SM Karang Gading

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda memulai penertiban kawasan hutan di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur...

Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council Perkuat Kolaborasi Knowledge Exchange Pengembangan Bioetanol

Ecobiz.asia -- Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) pada Jumat,...

Titik Panas Meningkat, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian Karhutla di Kalbar

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan meningkatnya kejadian kebakaran...