PGN Dorong Hilirisasi Gas Bumi Jadi Barang Bernilai Tinggi, Dari Methanol hingga Bahan Baku Plastik

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendorong hilirisasi gas bumi untuk meningkatkan nilai tambah pemanfaatan gas domestik, mulai dari produksi methanol hingga bahan baku industri petrokimia seperti plastik. Langkah ini dinilai dapat memperluas manfaat gas bumi sekaligus membuka peluang pengembangan industri baru di dalam negeri.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra mengatakan gas bumi selama ini masih didominasi sebagai bahan bakar, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi.

Gas bumi (CH₄) dapat diproses menjadi methanol, etil glikol, asam format, dan hidrogen, serta dikembangkan lebih lanjut menjadi etilen sebagai bahan baku plastik. Selain itu, gas bumi juga dapat diolah menjadi amonia yang kemudian diproses menjadi urea dan asam nitrat.

Read also:  BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Menurut Mirza, upaya peningkatan nilai tambah gas bumi sejalan dengan agenda ekonomi hijau dan transisi energi. Gas bumi memiliki tingkat emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil lainnya, sehingga berperan sebagai energi transisi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Untuk mendukung agenda tersebut, PGN menyiapkan tiga inisiatif utama, yakni pemanfaatan BioCNG dari limbah kelapa sawit melalui proses gasifikasi menjadi biogas, pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS), serta digitalisasi jaringan gas untuk meningkatkan efisiensi energi.

Read also:  Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

PGN juga mulai menjajaki pengembangan hidrogen yang bersumber dari energi nonfosil. Hidrogen tersebut diproyeksikan sebagai bahan bakar alternatif di masa depan seiring dengan kebutuhan energi rendah emisi.

Di sisi lain, PGN menegaskan komitmen untuk tetap memperkuat ekosistem gas bumi nasional secara berkelanjutan.

Fokus perusahaan meliputi optimalisasi pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, pembangunan infrastruktur gas di wilayah eksisting maupun wilayah baru untuk menciptakan permintaan baru, serta pengelolaan gas bumi yang terintegrasi dan terjangkau.

Read also:  PGN Solution, Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut

PGN menyatakan langkah hilirisasi gas bumi sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Melalui peningkatan nilai tambah gas, PGN berharap industri dalam negeri dapat berkembang dan transisi energi berjalan lebih terarah menuju Indonesia Emas 2045. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...