Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi faktor kunci keberhasilan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy.
Hal tersebut disampaikan Diaz menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah pemerintah kabupaten untuk percepatan pembangunan PSEL Padang Raya.
Menurut Diaz, kualitas sampah yang masuk ke fasilitas PSEL sangat menentukan kinerja teknologi, terutama pada sistem gasifikasi. Tingginya kadar air dalam sampah dinilai dapat mengganggu proses pengolahan bahkan berpotensi merusak mesin.
Ia menjelaskan, sampah dengan kadar air tinggi memerlukan proses pengeringan tambahan yang berdampak pada peningkatan biaya operasional. Selain itu, kondisi tersebut juga akan mengurangi volume sampah yang dapat diolah menjadi energi, sehingga produksi listrik menjadi tidak optimal.
Karena itu, Diaz menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap keberhasilan program pengolahan sampah nasional.
“Jadi mohon kalau boleh, bersama kita memberikan edukasi baik untuk masyarakat pilah sampah, kedengarannya sangat sepele, tapi yang sepele bisa merusak prioritas Presiden dan merusak mimpi kita untuk bersih dari sampah,” katanya.
Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan sebesar 63% sampah terkelola pada tahun 20206 dan pada tahun 2029 mencapai 100%.
Diaz juga mengingatkan bahwa penandatanganan PKS merupakan tahap awal dari proses panjang pembangunan PSEL. Ia memperkirakan proyek dapat berjalan paling cepat dalam tiga tahun, namun juga membuka kemungkinan memakan waktu lebih lama jika menghadapi kendala.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, dapat mempercepat realisasi PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah perkotaan sekaligus sumber energi terbarukan. ***



