Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jawa Barat sebagai langkah strategis menangani darurat sampah sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi energi.
Percepatan tersebut ditandai dengan fasilitasi penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya serta Bogor dan Depok.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan Jawa Barat menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Dari total timbulan sekitar 25.660 ton per hari, baru sekitar 15% yang terkelola, sementara 85% sisanya belum tertangani dan masih banyak yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan sistem open dumping.
“Ini kondisi yang tidak bisa dibiarkan,” ujar Hanif, Selasa (7/4/2026).
Untuk wilayah Bandung Raya, pemerintah akan mempercepat pembangunan dua fasilitas PSEL di Legok Nangka dan Sarimukti dengan total kapasitas pengolahan mencapai 3.515 ton per hari. Kapasitas tersebut mencakup kontribusi dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta.
Sementara di wilayah Bogor dan Depok, pembangunan PSEL akan diperkuat melalui fasilitas di kawasan Kayumanis, Kota Bogor, dengan kapasitas 1.000 ton per hari, yang mencakup pasokan sampah dari Kota Bogor dan Kota Depok.
Hanif menegaskan keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan, jaminan pasokan sampah, serta sistem pengangkutan yang konsisten selama operasional.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan kualitas sampah yang diolah sesuai standar, antara lain tidak mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), kaca, PVC, dan aluminium foil, agar proses pengolahan berjalan optimal dan aman bagi lingkungan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan langkah ini menjadi titik balik dalam penanganan masalah sampah di daerah. Menurut dia, percepatan pembangunan PSEL diharapkan dapat menyelesaikan persoalan sampah yang telah berlangsung lama sekaligus menghasilkan energi listrik. ***



