Elnusa Dorong Teknologi Terintegrasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk menegaskan perannya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi berbasis teknologi dan inovasi untuk mendukung keberlanjutan produksi hulu migas dan ketahanan energi nasional, di tengah meningkatnya kompleksitas lapangan migas Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca dalam Scope Upstream Excellence Forum yang digelar Pertamina Group di Grha Pertamina, Jakarta.

Litta mengatakan lapangan migas yang semakin mature dan berisiko tinggi menuntut pengambilan keputusan yang cepat sekaligus presisi. Karena itu, Elnusa menempatkan teknologi dan integrasi layanan sebagai fondasi utama penciptaan nilai tambah bagi industri hulu migas.

Read also:  Tiga Proyek PSEL Resmi Jadi PSN, Pembangunan Fasilitas Waste to Energy Dikebut

“Lapangan yang semakin mature dan frontier berisiko tinggi menuntut keputusan cepat yang tetap presisi. Teknologi dan integrasi layanan menjadi kunci untuk menjaga keekonomian dan keberlanjutan produksi,” ujar Litta dikutip Kamis (29/1/2026).

Elnusa memperkuat kapabilitas layanan end-to-end, mulai dari survei geosains, pengeboran dan layanan sumur, hingga fasilitas produksi. Penerapan teknologi Land Node dan Ocean Bottom Node (OBN) memungkinkan peningkatan kualitas pencitraan bawah permukaan, menurunkan risiko kegagalan pengeboran, serta mempercepat siklus proyek eksplorasi.

Untuk mempercepat transisi dari eksplorasi ke produksi, Elnusa menerapkan pengolahan dan interpretasi data secara paralel sejak tahap awal. Teknologi Full Waveform Inversion (FWI) dan Earth Study 360 (ES360) digunakan untuk menghasilkan pencitraan resolusi tinggi, sementara Early Production Facility (EPF) modular memungkinkan produksi dilakukan lebih dini sembari evaluasi reservoir tetap berjalan.

Read also:  PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Di sisi operasional, Elnusa menegaskan komitmen terhadap operational excellence dengan penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa kompromi. Perusahaan menjaga integritas sumur, keandalan aset, serta keselamatan kerja guna memastikan keberlangsungan operasi dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Menghadapi tekanan biaya energi global, Elnusa juga mengedepankan strategi cost leadership melalui layanan terintegrasi, fasilitas modular, serta pendekatan low cost operator (LCO) untuk pengelolaan lapangan idle dan marginal. Inisiatif ini diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 15–25% tanpa menurunkan standar keselamatan.

Read also:  Pemprov Jabar-Konsorsium Sumitomo-Hitachi Zosen Capai Kesepakatan Proyek Waste to Energy Legok Nangka

Selaras dengan arah strategis Pertamina Hulu Energi (PHE), Elnusa memposisikan diri sebagai mitra strategis dan penyedia efisiensi dengan model layanan terintegrasi dari reservoir hingga titik serah terima. Model ini dirancang untuk mengurangi tumpang tindih biaya antar-vendor serta menjaga keekonomian lapangan marginal.

Ke depan, Elnusa akan memperkuat digitalisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta integrasi manajemen proyek untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dan efektivitas eksekusi proyek hulu migas secara menyeluruh. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Masuki Usia 18 Tahun, Pertamina Drilling Perkuat Implementasi Green Drilling

Ecobiz.asia - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green drilling atau pengeboran ramah lingkungan seiring peringatan hari jadinya yang...

100×100 Luncurkan Pendanaan US$100 Juta, Bidik Bangun 50 Perusahaan Iklim di Asia Tenggara dan India

Ecobiz.asia – Perusahaan venture builder dan investasi iklim berbasis di Singapura, 100x100, meluncurkan Pendanaan Tahap Kedua (Fund II) dengan target dana kelolaan sebesar US$100...

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali mencatatkan capaian positif dengan menambah produksi minyak hampir 1.900 barel per hari (BOPD) dari Lapangan...

PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Ecobiz.asia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai menjalankan uji coba co-firing tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 megawatt (MW)...

CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill...

TOP STORIES

Masuki Usia 18 Tahun, Pertamina Drilling Perkuat Implementasi Green Drilling

Ecobiz.asia - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green drilling atau pengeboran ramah lingkungan seiring peringatan hari jadinya yang...

Antisipasi El Nino dan Siklus 4 Tahunan, Pemerintah Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau lebih awal...

Wamenhut Gandeng Tokoh Dunia Kembangkan Skema Pembiayaan Taman Nasional Konservasi

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki membahas pengembangan pembiayaan inovatif untuk pengelolaan taman nasional dan konservasi spesies ikonik saat menerima sejumlah tokoh global...

100×100 Luncurkan Pendanaan US$100 Juta, Bidik Bangun 50 Perusahaan Iklim di Asia Tenggara dan India

Ecobiz.asia – Perusahaan venture builder dan investasi iklim berbasis di Singapura, 100x100, meluncurkan Pendanaan Tahap Kedua (Fund II) dengan target dana kelolaan sebesar US$100...

Pasokan Kredit Karbon Melimpah, Indonesia Perlu Perkuat Permintaan Pasar

Ecobiz.asia – Tantangan terbesar pengembangan pasar karbon Indonesia saat ini bukan lagi kualitas kredit karbon yang dihasilkan, melainkan bagaimana menciptakan permintaan yang mampu menyerap...