Wow! Omzet Program Ayam Petelur Binaan Pertamina EP Cepu JTB Tembus Rp70 Juta per Bulan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Program Wirausaha Muda Mandiri Berdikari (Wismandi) yang bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ayam petelur yang dikelola oleh para pemuda desa sekitar wilayah operasi PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mulai menunjukkan hasil. 

Menginjak tahun ke tiga, program yang dilaksanakan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tersebut berhasil membukukan omzet Rp73,78 juta per bulan atau Rp 884,2 juta per tahun. 

Dari jumlah tersebut rata-rata kelompok usaha dapat menjual telur sebanyak 2.500 butir lebih atau hampir 150 kilogram telur setiap harinya.

Baca juga: Waspada Situasi Darurat, Pertamina EP Cepu Simulasi Emergency Drill di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru

Di awal program, PEPC memfasilitasi pelatihan budidaya ayam petelur dan bibit ayam sekitar 2000 ekor. Di tahun kedua dilakukan pengembangan program dengan pembangunan kandang baru yang menampung ayam sebanyak sekitar 1200 ekor. 

“Keberhasilan ini kemudian juga menginspirasi individu di luar kelompok binaan untuk melakukan usaha ayam petelur juga. Kami bersyukur program ini telah memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di sekitar wilayah operasi untuk menciptakan kemandirian,” ujar  Manager JTB Field Agung Prabowo dalam keterangannya dikutip, Rabu, 18 September 2024.

Read also:  Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Dia menambahkan program ini sejalan dengan komitmen perusahaan menciptakan kinerja keberlanjutan melalui program Environmental, Social, Governance (ESG), juga mendukung agenda internasional Sustainable Development Goals (SDGs) utamanya tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. 

Agung mengatakan di tahun ketiga ini fokus pengembangan program adalah diversifikasi produk telur menjadi serbuk putih telur yang dijual sebagai bahan makanan olahan, dimana peran perusahaan adalah memberikan pelatihan dan fasilitas alat pemrosesan telur segar menjadi bubuk. 

“Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok, namun juga menambah penerima manfaat program sehingga lebih optimal,” ujarnya. 

Ditambahkan, program ini secara tidak langsung turut menciptakan harmoni antara perusahaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasi utamanya para pemuda yang juga pernah terlibat di Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) ketika fase project. 

Read also:  PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL di IDEAS 2026

Selain itu, diharapkan program ini bisa memanfaatkan peluang dan potensi usaha yang ada di lingkungan sekitarnya. “Kami berharap dengan program ini bisa menumbuhkan pola perilaku entrepreneurship para pemuda karangtaruna. Melalui pendampingan, edukasi di bidang kewirausahaan ini bisa menciptakan unit usaha ekonomi produktif yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh para pemuda,” tambahnya. 

Setidaknya 32 pemuda yang berperan sebagai pengurus karang taruna terlibat secara langsung dalam kegiatan program Wismandi ini. Sebagian berperan sebagai pengelola kandang budidaya ayam petelur. 

Sekitar 161 pemuda  anggota karang taruna juga menjadi penerima manfaat program ini dimana mereka memasok telur segar dari kandang kepada 108 pelaku usaha toko kelontong. Dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasaran hal ini memungkinkan reseller memperoleh keuntungan dari penjualan mereka. 

Karang taruna tidak hanya mampu membiayai berbagai kegiatan-kegiatan kepemudaan desa secara mandiri, namun juga turut memberikan sumbangsih untuk pendapatan asli desa (PAD) melalui biaya sewa pemanfaatan lahan tanah kas desa untuk kandang budidaya ayam petelur.

Read also:  Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Baca juga: Pertamina EP Cepu Reboisasi Lahan Kompensasi 168,63 Hektare di Blitar, Gunakan Metode Ramah Lingkungan

Wakil Ketua Karang Taruna Lima Bersaudara Satria Utama mengungkapkan kegembiraannya bisa berkarya dan berkontribusi pada program ini. Menurutnya, para pemuda kini bisa menggali dan mengembangkan potensinya melalui kegiatan ekonomi dan mengembangkan produk telur ini menjadi lebih bernilai tinggi. 

“Di Program Wismandi ini kami mendapat pengalaman membuat olahan dari telur dan cara pemasarannya. Tantangan adalah kami menjaga kualitas produk agar diterima pasar. Kami optimis program ini akan bisa terus berkembang dan menjadi terobosan baru,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan  program PEPC Zona 12 juga melibatkan stakeholder terkait mulai dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, Muspika, Pemerintah Desa, Kelompok Ternak, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga Lembaga Swadaya Masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Ecobiz.asia -- PT Dairi Prima Mineral (DPM) menargetkan memulai konstruksi proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera...

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Serahkan CLoA PSEL Tahap II, Danantara Alihkan Proyek Medan Raya ke Mitra Cadangan

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) mengganti mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya setelah konsorsium yang sebelumnya...

Pertamina Drilling dan ANP Timor Leste Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM Migas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menjalin kerja sama dengan Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste untuk meningkatkan kapasitas sumber...

Pertamina Bidik Tandan Kosong Sawit Jadi Bioetanol Pengganti BBM Impor

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit beserta limbahnya sebagai sumber bioenergi untuk...

TOP STORIES

Koperasi Tidak Membangun Desa, Village Governance Menentukan: Pembelajaran dari China dan Thailand bagi Implementasi KDMP

Oleh: Diah Suradiredja Pertanyaan yang perlu kita ajukan bukanlah 'bagaimana membangun ribuan koperasi desa', melainkan 'bagaimana membangun ribuan desa yang mampu mengelola koperasi secara...

Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Ecobiz.asia -- PT Dairi Prima Mineral (DPM) menargetkan memulai konstruksi proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera...

Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada...

PLN Pilots Calliandra-Corghum Biomass Project with ITERA to Support Hydrogen Production

Ecobiz.asia -- State electricity firm PT PLN (Persero) has launched a pilot project to develop an integrated biomass and green hydrogen ecosystem by cultivating...

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...