ABB Perkuat Dukungan bagi Indonesia dalam Transisi Energi Menuju Net Zero 2060

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Perusahaan teknologi global ABB menegaskan komitmennya untuk mendukung target emisi nol bersih Indonesia pada 2060 dengan menghadirkan solusi elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan.

President Energy Industries Asia ABB, Anders Maltesen, menyatakan bahwa transisi energi Indonesia, yang mengandalkan tenaga surya, air, dan panas bumi, memerlukan solusi efisiensi energi agar dapat mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki.

“Transisi menuju energi hijau membutuhkan waktu dan investasi. Namun, mengurangi emisi dari sumber bahan bakar yang ada saat ini adalah langkah penting untuk menjembatani kesenjangan menuju masa depan energi yang lebih bersih,” ujar Maltesen di Jakarta, Selasa (4/5/2025).

Baca juga: ABB dan PLN Sepakati Perjanjian Baru untuk Modernisasi Infrastruktur Energi

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

ABB berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung agenda pemerintah dalam efisiensi energi. Rangkaian solusi otomasi, elektrifikasi, dan digital yang ditawarkan ABB diharapkan dapat membantu industri mengoptimalkan konsumsi energi serta meningkatkan efisiensi operasional.

Indonesia masih bergantung pada hidrokarbon dalam bauran energinya. Oleh karena itu, menurut Maltesen, upaya menekan jejak karbon dari sumber energi yang ada menjadi semakin krusial, terutama dalam menghadapi tantangan aksesibilitas dan ketahanan energi di berbagai wilayah.

Sepanjang 2024, ABB Energy Industries telah berperan dalam modernisasi fasilitas energi, baik berbasis bahan bakar fosil maupun energi terbarukan, melalui integrasi sistem otomasi canggih. Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan pembangkit listrik, memperluas akses energi, serta mengurangi gangguan teknis guna menciptakan infrastruktur energi yang lebih efisien dan tangguh.

Read also:  PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Baca juga: ABB dan SKF Bangun Kemitraan untuk Tingkatkan Otomasi Industri dan Efisiensi Energi di Indonesia

Wakil Presiden Energy Industries Asia Tenggara ABB, Abhinav Harikumar, menambahkan bahwa digitalisasi menjadi faktor penting dalam mengatasi tantangan industri energi, seperti ketidakefisienan, tingginya biaya pemeliharaan, dan praktik yang kurang berkelanjutan.

“Dengan solusi digital canggih, industri dapat meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional, serta beralih menuju sistem yang lebih otonom. Pemantauan aset utama dan metrik kinerja juga membantu perlindungan jaringan dan memastikan keandalan operasi pembangkit listrik, sehingga mengurangi risiko pemadaman yang tidak terduga,” jelas Abhinav.

Read also:  PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Baca juga: ABB Indonesia: Leading the Way in Energy Efficiency, Digital Infrastructure, and Industrial Growth

Menurutnya, sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, konsumsi energi Indonesia diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2050 akibat pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi. Untuk mencapai keseimbangan antara ketahanan energi, keberlanjutan, dan keterjangkauan, diperlukan kolaborasi dan kemitraan strategis antarnegara, regional, serta lintas industri.

“Tidak ada solusi tunggal untuk semua tantangan energi. Namun, dengan berbagi wawasan dan saling belajar, kita dapat memperkuat bauran energi demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...

Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas hingga 2028

Ecobiz.asia -- Pemerintah terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas), dengan target mencapai 1...

TOP STORIES

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...

Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meminta industri pertambangan memperkuat dekarbonisasi seiring besarnya keuntungan yang diperoleh...

AFD-Backed Roadmap Seeks to Unlock Investment in Indonesia’s Blue Carbon Ecosystems

Ecobiz.asia – Indonesia has launched a 2026–2045 roadmap for protecting and managing its blue carbon ecosystems, with French development agency Agence Française de Développement...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...