Ecobiz.asia — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meraih predikat PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menegaskan kinerja perusahaan yang melampaui standar kepatuhan dalam pengelolaan lingkungan dan sosial.
Penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi AMMAN dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam operasional bisnis, mulai dari efisiensi energi hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa PROPER menjadi instrumen penting dalam mendorong industri nasional bertransformasi menuju praktik yang lebih hijau.
“PROPER bukan sekadar penilaian teknis, tetapi bentuk kepercayaan yang harus dijaga untuk mendorong kinerja industri yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.
Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan.
“Keberlanjutan adalah investasi strategis. Kami tidak hanya memenuhi kepatuhan, tetapi terus mendorong inovasi untuk menciptakan dampak positif yang terukur bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Salah satu pendorong utama capaian tersebut adalah inisiatif efisiensi energi, termasuk pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp yang menjadi salah satu yang terbesar untuk sektor pertambangan di Indonesia. Upaya ini diperkuat dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 450 MW sebagai bagian dari strategi transisi energi untuk menekan intensitas emisi.
Di sisi operasional, AMMAN juga melakukan inovasi melalui optimalisasi proses pengolahan bijih, termasuk penggantian liner SAG Mill untuk meningkatkan efisiensi energi. Selain itu, perusahaan mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah non-B3, seperti kardus bekas yang diolah menjadi mulsa organik untuk kebutuhan reklamasi.
Pada aspek lingkungan dan sosial, AMMAN menjalankan program konservasi di kawasan Gili Balu, Nusa Tenggara Barat, yang mencakup restorasi terumbu karang, konservasi penyu, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
Program pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting strategi perusahaan. Di Kabupaten Sumbawa Barat, lebih dari 125 keluarga terlibat dalam pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi. Sementara itu, inisiatif persemaian berbasis masyarakat turut mendukung kegiatan reklamasi sekaligus membuka peluang pendapatan bagi warga lokal.
Ke depan, AMMAN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat praktik keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis, seiring dengan upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. ***



