Ecobiz.asia — ASEAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF) telah memobilisasi pembiayaan lebih dari US$11 miliar untuk proyek infrastruktur berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Fasilitas ini didukung ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dan dikoordinasikan oleh Asian Development Bank (ADB).
Capaian tersebut disampaikan setelah berakhirnya pertemuan dua tahunan Dewan AIF dan Mitra ACGF, yang mempertemukan kementerian keuangan negara-negara ASEAN serta 10 mitra pembangunan global untuk meninjau kemajuan program dan membahas pipeline proyek hijau yang siap didanai.
Demikian dikutip Ecobiz.asia dari petromindo.com, Kamis (29/1/2026).
ACGF menyebutkan model kemitraan yang dikembangkan telah mendukung pembiayaan katalitik bagi 19 sovereign projects di kawasan, dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur hijau dan berketahanan iklim.
Pertemuan tersebut menekankan pentingnya kerangka pembiayaan berkelanjutan yang jelas dan kredibel untuk menarik minat investor.
ACGF mencatat, instrumen seperti ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance kini semakin diterapkan secara praktis, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong aliran pendanaan yang lebih besar ke sektor infrastruktur.
Para peserta juga menyoroti perlunya memperlakukan risiko iklim sebagai faktor utama investasi, bukan sekadar biaya tambahan. Asuransi bencana dan iklim untuk aset infrastruktur dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal di kawasan, meskipun memiliki potensi besar dalam mengelola risiko fiskal, melindungi aset, dan meningkatkan kelayakan proyek dalam jangka panjang.
Selain itu, forum tersebut menegaskan bahwa risiko iklim juga merupakan risiko fiskal bagi pemerintah. Melalui ASEAN Climate Finance Policy Platform, kementerian keuangan di kawasan didorong untuk mengintegrasikan pertimbangan pembiayaan iklim ke dalam kebijakan fiskal guna memperkuat aksi yang lebih terkoordinasi dan berskala regional.
Ke depan, ACGF menyatakan bahwa prioritas dalam AIF Action Plan 2025–2028 meliputi peningkatan kesiapan proyek, penyaluran pembiayaan katalitik secara lebih strategis, serta penguatan koordinasi regional untuk mempercepat implementasi proyek infrastruktur berkelanjutan di ASEAN. ***




