Kunjungi Balai Besar KSDA NTT, Wamenhut Sulaiman Umar Harap Kura-kura Leher Ular Rote Tetap Lestari

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar mengunjungi Instalasi Karantina Hewan SKW II  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat upaya rehabilitasi dan habituasi satwa Kura-Kura Leher Ular Rote (Chelodina mccordi), Selasa, 3 Desember 2024.

Wamen Sulaiman melihat langsung upaya BBKSDA NTT untuk mengembalikan satwa Kura-Kura Leher Ular Rote yang merupakan satwa ikonik-endemik Pulau Rote dan menjadi satu dari 25 spesies kura-kura paling terancam punah di dunia.

Read also:  Krisis Lingkungan, Menteri LH Ingatkan Fatwa Haram Buang Sampah di Sungai dan Laut

“Status keterancaman Kura-Kura Leher Ular Rote dikategorikan CR (PEW) atau Possibly Extinct in the Wild. Sejak tahun 2018, Kura-Kura Leher Ular Rote dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.2/12/2018,” ujar Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud menjelaskan kepada Wamen Sulaiman.

Baca juga: Temui Kapolri, Menhut Koordinasi Penegakan Hukum Sektor Kehutanan

Di Instalasi Karantina Hewan yang terletak di Kelapa Lima, Kupang, Wamen melihat beberapa fasilitas sarana prasarana berupa  kandang konservasi yang disiapkan untuk rehabilitasi dan melakukan habituasi Kura-Kura Leher Ular Rote sebelum dilepasliarkan kembali ke alam.

Read also:  Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Fasilitas ini merupakan yang pertama di Indonesia. Wamen Sulaiman berharap dengan adanya fasilitas tersebut  Kura-Kura Leher Ular Rote dapat dijaga agar terhindar dari kepunahan.

Kura-Kura Leher Ular Rote telah dimasukkan ke dalam daftar CITES dan terdaftar dalam Appendix II (perdagangan dengan pembatasan kuota) sejak tahun 2005 dan penetapan perdagangan nol kuota untuk spesimen dari alam sejak tahun 2013.

Read also:  KLH Dorong Pengelolaan Sampah Naik, Pelanggaran Turun

Baca juga: Strategi Pemerintah Capai Net Zero Emission Lewat EBT dan Konservasi Energi, Ada Dua Tantangan

Keberadaan Kura-Kura Ular Rote penting bagi ekosistem karena fungsinya untuk menjaga kesehatan perairan dan danau dengan memakan hewan mati di perairan tersebut, menyuburkan dan menambah kandungan nutrisi tanah melalui bekas sarang bertelur/telur yang gagal menetas, mengontrol populasi serangga agar vegetasi danau terjaga sehingga mengurangi penguapan air danau, serta mengontrol populasi katak dengan memakan kecebong. **

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menhut Luncurkan Reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo, Target Luas 66.704 Ha

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi memulai program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo sebagai bagian dari langkah pemulihan ekosistem hutan di...

Jangan Terus Bebani TPA, Menteri LH: Pengelolaan Sampah Kota Harus Dimulai Dari Rumah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir...

Kementerian Kehutanan Tegaskan Legalitas Kayu yang Diangkut di Sungai Kapuas

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyampaikan klarifikasi atas unggahan viral mengenai aktivitas pengangkutan rakit kayu gelondongan di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah, dan memastikan bahwa...

IESR Mulai Susun Pre-FS PLTS Offshore Kolaka untuk Dukung Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia - Institute for Essential Services Reform (IESR) mulai menyusun studi pra-kelayakan (pre-feasibility study/Pre-FS) pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung offshore di perairan...

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Naik, Pelanggaran Turun

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa capaian pengelolaan sampah nasional yang saat ini masih...

TOP STORIES

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Meski Dua Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Ecobiz.asia - PT Pertamina (Persero) memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga meski dua kapal milik perseroan masih berada di kawasan Selat Hormuz di tengah...

Tuntaskan 300 Proyek PLTS, Xurya Gencar Ekspansi ke Hybrid Off-Grid dan IPP pada 2026

Ecobiz.asia — Setelah menuntaskan lebih dari 300 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga akhir 2025, Xurya mempercepat transformasi bisnis dengan mengarahkan ekspansi ke...

Indonesia Begins Large-Scale Reforestation to Revive Tesso Nilo Elephant Habitat

Ecobiz.asia — The Indonesian government has officially launched a large-scale reforestation programme at Tesso Nilo National Park, Riau Province, as part of efforts to...

Menhut Luncurkan Reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo, Target Luas 66.704 Ha

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi memulai program reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo sebagai bagian dari langkah pemulihan ekosistem hutan di...

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...