LPDN Dorong Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dayak di Sekitar Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan Dayak dalam pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan Lokakarya Nasional (Loknas) 2025 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada 3–4 Oktober 2025.

Ketua Umum LPDN, Ir Nyelong Inga Simon, mengatakan penguatan kelembagaan masyarakat adat menjadi dasar bagi penyiapan program Sekolah Lapang yang ditujukan untuk pemberdayaan perempuan Dayak. Program tersebut direncanakan akan diintegrasikan dengan skema Perhutanan Sosial pemerintah.

Read also:  Ekspor Komoditas Strategis Satu Pintu Masuk Tahap Transisi, Eksportir Wajib Lapor Danantara

“Masyarakat adat Dayak hidup berdampingan dengan hutan dan sungai, menggantungkan hidup dari alam sekaligus menjaga kelestariannya dengan kearifan tradisional. Namun kebijakan tertentu, seperti larangan ladang berpindah atau pemanfaatan kayu, telah menggerus sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.

Situasi tersebut, lanjut Nyelong, berdampak pada berbagai masalah sosial, mulai dari stunting hingga meningkatnya pernikahan dini. Untuk itu, LPDN bersama Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) berupaya mengembangkan program nyata agar perempuan Dayak dapat mengolah lahan produktif tanpa meninggalkan kearifan menjaga hutan.

Read also:  TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Melalui Sekolah Lapang, perempuan Dayak dan generasi muda akan dibekali keterampilan pertanian, perkebunan, dan peternakan yang terintegrasi dengan upaya rehabilitasi hutan. Program ini juga akan dilengkapi pelatihan teknologi tepat guna, akses permodalan, hingga sinergi dengan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas.

Rakernas dan Loknas LPDN 2025 turut diisi diskusi panel tentang pemberdayaan ekonomi kreatif serta kepemimpinan perempuan Dayak, dengan melibatkan berbagai tokoh masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...

Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat pembangunan sekat kanal, menjaga tata kelola air gambut, serta membangun budaya...

El Nino Lalap 81.000 Hektare Lahan, Semua Pihak Diminta Siaga Hadapi Puncak Karhutla Juli-Oktober

Ecobiz.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan sekitar 81.000 hektare lahan di Indonesia hingga Mei 2026. Luasan tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah...

Antisipasi El Nino dan Siklus 4 Tahunan, Pemerintah Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring datangnya musim kemarau lebih awal...

Wamenhut Gandeng Tokoh Dunia Kembangkan Skema Pembiayaan Taman Nasional Konservasi

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki membahas pengembangan pembiayaan inovatif untuk pengelolaan taman nasional dan konservasi spesies ikonik saat menerima sejumlah tokoh global...

TOP STORIES

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...

PHM Dorong Konservasi Pesisir dan Dekarbonisasi Lewat Penanaman Mangrove di Lamaru

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menanam 500 bibit pohon mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026 sebagai puncak...

Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat pembangunan sekat kanal, menjaga tata kelola air gambut, serta membangun budaya...

PHE-Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Operasi Hulu Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperpanjang kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal...

Masuki Usia 18 Tahun, Pertamina Drilling Perkuat Implementasi Green Drilling

Ecobiz.asia - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green drilling atau pengeboran ramah lingkungan seiring peringatan hari jadinya yang...