Hindari Intervensi Politik, Wamen LH Diaz Hendropriyono Tekankan Kebijakan Lingkungan Harus Berbasis Sains

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan pentingnya kebijakan lingkungan berbasis ilmu pengetahuan (scientific based) untuk menghindari intervensi politik dan memastikan keputusan pemerintah didukung data yang kredibel.

Hal itu disampaikan Diaz dalam acara Tribute to Prof. Emil Salim yang menjadi bagian dari Dies Natalis ke-9 Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI), di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

“Kita pembuat kebijakan perlu studi tentang lingkungan dan perubahan iklim yang berbasis sains. Tanpa itu, masukan yang ada kosong dan kebijakan mudah dipengaruhi intrik politik,” tegas Diaz.

Read also:  Bahlil Assures No Increase in Subsidized Fuel Prices through End-2026

Dia menambahkan, kebijakan publik pada umumnya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari nilai ideologi, kelompok kepentingan, hingga tekanan politik. Karena itu, menurutnya, pasokan informasi berbasis sains dari kalangan akademik menjadi krusial agar kebijakan tidak sekadar mengikuti tekanan politik.

“Kalau kita disodorkan data berbasis sains, porsi politik akan berkurang. Kebijakan jadi benar-benar berdasar evidence, bukan hanya karena siapa yang nelpon,” ujarnya.

Diaz menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah dalam penyediaan data ilmiah yang dapat memperkuat kebijakan. Ia juga membuka peluang pembentukan komite khusus yang melibatkan akademisi, termasuk dari SIL UI, untuk memastikan aliran informasi sains berjalan optimal.

Read also:  Pemerintah Matangkan Pembentukan BP-GMN, Rancang Mandat hingga Perpres

“Sudah ada pembicaraan soal bentuk kerja sama, nanti payung hukumnya bagaimana akan didiskusikan lebih lanjut. Intinya, kita butuh sekali scientific-based evidence yang bisa membantu pemerintah membuat kebijakan yang solid,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Diaz mengapresiasi peran UI dalam pengembangan pendidikan lingkungan, termasuk pendirian Pusat Studi Lingkungan (PSL), Pusat Penelitian Perubahan Iklim sejak 2010, hingga berdirinya SIL UI pada 2016.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim sesuai kesepakatan Paris Agreement. Indonesia, kata Diaz, telah menyampaikan First NDC dan Enhanced NDC, dan kini tengah memfinalisasi Second NDC yang akan segera diserahkan ke Sekretariat UNFCCC.

Read also:  Potensi Jadi Andalan Listrik Bersih Industri, Pengembangan Hidro dan Geotermal Hadapi Banyak Tantangan

“Perjuangan Indonesia di panggung internasional untuk isu perubahan iklim ini adalah bagian dari legasi Pak Emil Salim. Beliau berperan sejak Konferensi Stockholm 1973 hingga Komisi Brundtland 1983 yang melahirkan istilah sustainable development,” kata Diaz.

Ia menutup dengan menegaskan kembali bahwa pemikiran Emil Salim harus menjadi fondasi kebijakan lingkungan berbasis sains di Indonesia agar tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

Pakar Hukum Dorong Evaluasi Aturan Pembakaran Lahan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pakar hukum kehutanan dan lingkungan Sadino mendorong evaluasi aturan pembukaan lahan dengan cara membakar serta penguatan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan...

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

TOP STORIES

Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai calon pemberi...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Ecobiz.asia — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Waduk Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai sekitar...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Stok BBM Bali Capai 48 Juta Liter

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mengerahkan 108 mobil tangki dan meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, dengan stok mencapai 48 juta...