Penilaian PROPER 2025, Sebagian Besar Perusahaan Belum Taat Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan sebagian besar dari 5.476 perusahaan peserta Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2024–2025, termasuk 150 kawasan industri, belum memenuhi ketaatan terhadap pengelolaan lingkungan.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan hasil sementara PROPER sudah disampaikan kepada seluruh peserta dan mereka diberi kesempatan menyampaikan sanggahan hingga 27 September 2025.

“Bagi usaha atau kegiatan yang tidak menunjukkan keseriusan dan ketaatan terhadap regulasi, yaitu perusahaan yang berperingkat merah dan hitam, KLH/BPLH akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Rasio di Jakarta, Senin (15/9/2025).

Read also:  Pelantikan Pejabat Eselon II, III, dan IV Kementerian Kehutanan, Ada Rotasi Besar-besaran

Ia menjelaskan PROPER bertujuan mendorong ketaatan dunia usaha, sekaligus menjadi sarana transparansi dan partisipasi publik dalam pengawasan lingkungan.

“Publik diharapkan dapat memberikan dorongan kepada perusahaan yang belum taat dan apresiasi kepada yang sudah taat,” ujarnya.

Direktur Perlindungan Udara KLH/BPLH, Nixon Pakpahan, menambahkan penilaian dilakukan secara kolaboratif dengan 37 dinas lingkungan hidup provinsi, 137 kabupaten/kota, enam Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal), serta 20 perguruan tinggi untuk menjamin objektivitas dan quality control.

Read also:  Penutupan TPA Cipeucang Picu Krisis Sampah, WALHI: Cermin Kegagalan Tata Kelola

“Hasil evaluasi Dinas Lingkungan Hidup tingkat kabupaten/kota akan disupervisi oleh provinsi, dan evaluasi provinsi serta Pusdal disupervisi oleh KLH/BPLH. Keputusan akhir ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH,” kata Nixon.

Tahun ini penilaian PROPER juga memasukkan indikator pengelolaan sampah, mengingat baru 39,1 persen sampah di Indonesia yang terkelola. Peserta terbanyak berasal dari sektor sawit sebanyak 960 perusahaan (18 persen), diikuti perhotelan 311 perusahaan (6 persen) dan tekstil 259 perusahaan (5 persen).

Read also:  Bauran EBT di Sektor Listrik Capai 16,3 Persen, Lampaui Target RUKN

Sebaran terbanyak peserta PROPER berada di Jawa Barat dengan 1.171 perusahaan, disusul DKI Jakarta 702 perusahaan dan Jawa Timur 352 perusahaan.

Selain PROPER, KLH/BPLH juga melakukan pengawasan terhadap enam kawasan industri di Jabodetabek. Hasil verifikasi lapangan terhadap 270 perusahaan menunjukkan 55,64 persen belum taat sehingga memerlukan perbaikan pengelolaan lingkungan.

“Jika tidak dilakukan perbaikan kinerja ketaatan, akan diambil tindakan tegas sebagaimana perintah Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH,” tegas Rasio. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kata Menteri LH Soal Gugatan Rp4,84 T Kepada Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Utara

Ecobiz.asia — Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajukan gugatan perdata terhadap enam perusahaan yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan hidup di...

Soroti Bencana Banjir Sumatra, Refleksi Natal Kemenhut Tekankan Solidaritas Rimbawan dan Kepedulian Pemulihan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar peringatan Natal 2025 bertajuk Refleksi Natal & Solidaritas Rimbawan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis...

Akademisi UGM Tekankan Pendekatan Sosial dalam Pengelolaan Hutan

Ecobiz.asia — Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) menekankan pentingnya pendekatan sosial dalam pengelolaan hutan untuk memperkuat mitigasi perubahan iklim, ketahanan terhadap bencana, serta kesejahteraan...

Menteri LH Tetapkan Darurat Sampah Nasional, Desak DPRD Perkuat Anggaran dan Pengawasan

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menetapkan status darurat sampah nasional dan meminta DPRD di daerah memperkuat...

Kemenhut-Yayasan Pertamina Jalin Kolaborasi Optimalkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Pertamina (Pertamina Foundation) untuk...

TOP STORIES

Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memperkuat pengembangan sumber daya manusia dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) untuk...

Riset BRIN Ungkap Faktor Emisi Karbon Lamun Indonesia, Jawa–Sumatra Tertinggi

Ecobiz.asia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa faktor emisi karbon dari ekosistem padang lamun di Indonesia bervariasi secara regional, dengan wilayah...

Kata Menteri LH Soal Gugatan Rp4,84 T Kepada Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Utara

Ecobiz.asia — Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajukan gugatan perdata terhadap enam perusahaan yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan hidup di...

Soroti Bencana Banjir Sumatra, Refleksi Natal Kemenhut Tekankan Solidaritas Rimbawan dan Kepedulian Pemulihan Bumi

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar peringatan Natal 2025 bertajuk Refleksi Natal & Solidaritas Rimbawan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis...

SIER Gandeng Panah Perak Terapkan Teknologi Nano Bio untuk Pengolahan Air Limbah Industri

Ecobiz.asia — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menjalin kerja sama dengan PT Panah Perak Megasarana (PPM) untuk pengolahan air limbah industri berbasis teknologi...