PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami (natural/geologic hydrogen), pemantauan pergerakan hidrokarbon, serta kegiatan penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage/carbon capture, utilization, and storage (CCS/CCUS).

Kolaborasi tersebut dibahas dalam lokakarya dan rapat awal proyek (workshop and kickoff meeting) pada 13–14 Oktober 2026 di Surabaya. Kegiatan ini mempertemukan praktisi industri energi dan akademisi untuk membahas pengembangan teknologi geokimia bagi eksplorasi sumber energi baru dan pemantauan bawah permukaan.

Project Manager PDC sekaligus Ketua Panitia, Andipa Damatra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan teknologi pendukung transisi energi.

“Workshop dan kickoff meeting ini merupakan langkah awal untuk mendukung transisi energi Pertamina melalui eksplorasi hidrogen alami atau natural/geologic hydrogen. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menyukseskan pengembangan inovasi teknologi tersebut,” ujar Andipa dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Read also:  APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Salah satu fokus pengembangan adalah teknologi Pertagastech Microseepage Capture and Imaging (PMCI), yang menggunakan pendekatan geokimia untuk mengidentifikasi anomali senyawa melalui fenomena rembesan gas dalam konsentrasi sangat kecil (microseepage).

Teknologi PMCI sebelumnya digunakan dalam kajian hidrokarbon dan kini akan dikembangkan lebih lanjut untuk membantu mengidentifikasi indikasi potensi hidrogen alami. Pendekatan ini mengintegrasikan analisis geokimia dengan data geologi, geofisika, serta informasi bawah permukaan lainnya.

Selain untuk eksplorasi hidrogen, teknologi tersebut dibahas untuk mendukung pemetaan pergerakan hidrokarbon dan pemantauan CO₂ dalam proyek CCS/CCUS. Pendekatan ini diharapkan dapat melengkapi metode pemantauan bawah permukaan, termasuk untuk mengidentifikasi indikasi pergerakan gas yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Read also:  Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Pengembangan PMCI juga mencakup digitalisasi pengolahan data melalui platform yang mengintegrasikan pemrosesan data, pengendalian kualitas, dan pemodelan geokimia. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi analisis dan keandalan interpretasi hasil pengukuran.

Libatkan Akademisi

Workshop tersebut diikuti perwakilan sejumlah entitas Pertamina dan akademisi dari Universitas Pertamina serta Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pertamina diwakili Usman, Principal Specialist I Technology Innovation Downstream & New Renewable Energy, sedangkan PHE diwakili Edin Akhmad Syaripudin, Chief Innovation Geology. Dari PDC, kegiatan dikoordinasikan oleh Andipa Damatra.

Sejumlah akademisi dan praktisi yang terlibat antara lain Prof. Dr. Ir. Eddy Ariyono Subroto dari Universitas Pertamina, Dr. Mohammad Khotib dari IPB, Sunarli Ardi dari PHE, serta Rio M.A. Sitorus dari PT Pertamina EP.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Perwakilan Pertamina Hulu Rokan, Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan Pertamina EP Cepu juga mengikuti pembahasan mengenai karakterisasi bawah permukaan, integrasi data multidisiplin, serta kebutuhan validasi teknologi sebelum penerapan lebih luas.

Hasil workshop diharapkan menjadi dasar untuk menyusun tahapan pengembangan berikutnya, mencakup penyempurnaan metode analisis, evaluasi kelayakan teknis dan ekonomis, serta penguatan kolaborasi industri dan akademisi.

Pengembangan teknologi PMCI masih memerlukan proses evaluasi dan validasi untuk memastikan keandalannya dalam mendukung eksplorasi hidrogen alami maupun pemantauan bawah permukaan pada kegiatan CCS/CCUS. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

TOP STORIES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...