Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Geoenviron Engineering Technology Indonesia (GETI), anak perusahaan Beijing Geoenviron Engineering & Technology Inc. (BGE) asal China, untuk menjajaki pemanfaatan limbah sebagai sumber energi. Kerja sama ini mencakup kajian teknologi pengolahan, potensi bahan baku, hingga pengembangan rantai pasok dan model bisnis.
Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan awal untuk mengidentifikasi karakteristik limbah dan mengkaji teknologi konversi yang dapat diterapkan. Kajian juga akan mencakup peluang pembangunan fasilitas pendukung dengan mempertimbangkan aspek teknis, komersial, dan regulasi.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang untuk mengolah limbah menjadi sumber daya yang mendukung pengembangan energi berkelanjutan.
“Penandatanganan nota kesepahaman hari ini merupakan langkah awal yang penting dan strategis. Kesepakatan ini menjadi landasan hukum dan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan limbah bagi pengembangan energi berkelanjutan antara PLN Energi Primer Indonesia dan Geoenviron Engineering Technology Inc,” kata Hokkop, dikutip Senin (19/10/2026).
PLN EPI berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan bioenergi untuk mendukung transisi energi nasional. Sementara itu, GETI bergerak di bidang teknologi dan jasa lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, waste-to-energy (WtE), dan refuse-derived fuel (RDF).
Technical Director GETI Li Chenyi mengatakan pihaknya berharap penjajakan bersama PLN EPI dapat berlanjut ke tahap implementasi proyek.
“Kami dari GETI sangat senang dan berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan PLN EPI. Kami berharap proyek ini dan proyek-proyek berikutnya dapat segera direalisasikan,” ujar Li.
Business Development Manager GETI Alif Zulviqar Syahroni menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan upaya perusahaan menjalin kemitraan dengan badan usaha milik negara (BUMN). Menurut dia, potensi yang telah diidentifikasi akan diperdalam untuk menentukan peluang yang dapat ditindaklanjuti bersama.
Meski demikian, MoU tersebut masih merupakan tahap awal penjajakan. Realisasi proyek akan bergantung pada hasil kajian potensi limbah, kesesuaian teknologi, kelayakan ekonomi, serta kepastian rantai pasok.
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan GETI akan mengevaluasi peluang mengubah limbah menjadi sumber energi bernilai tambah, sekaligus mengembangkan model pemanfaatan limbah yang dapat mendukung ekonomi sirkular. ***




