PLN EPI Gandeng GETI, Kembangkan Energi dari Limbah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Geoenviron Engineering Technology Indonesia (GETI), anak perusahaan Beijing Geoenviron Engineering & Technology Inc. (BGE) asal China, untuk menjajaki pemanfaatan limbah sebagai sumber energi. Kerja sama ini mencakup kajian teknologi pengolahan, potensi bahan baku, hingga pengembangan rantai pasok dan model bisnis.

Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan awal untuk mengidentifikasi karakteristik limbah dan mengkaji teknologi konversi yang dapat diterapkan. Kajian juga akan mencakup peluang pembangunan fasilitas pendukung dengan mempertimbangkan aspek teknis, komersial, dan regulasi.

Read also:  Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang untuk mengolah limbah menjadi sumber daya yang mendukung pengembangan energi berkelanjutan.

“Penandatanganan nota kesepahaman hari ini merupakan langkah awal yang penting dan strategis. Kesepakatan ini menjadi landasan hukum dan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan limbah bagi pengembangan energi berkelanjutan antara PLN Energi Primer Indonesia dan Geoenviron Engineering Technology Inc,” kata Hokkop, dikutip Senin (19/10/2026).

PLN EPI berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan bioenergi untuk mendukung transisi energi nasional. Sementara itu, GETI bergerak di bidang teknologi dan jasa lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, waste-to-energy (WtE), dan refuse-derived fuel (RDF).

Read also:  ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Technical Director GETI Li Chenyi mengatakan pihaknya berharap penjajakan bersama PLN EPI dapat berlanjut ke tahap implementasi proyek.

“Kami dari GETI sangat senang dan berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan PLN EPI. Kami berharap proyek ini dan proyek-proyek berikutnya dapat segera direalisasikan,” ujar Li.

Business Development Manager GETI Alif Zulviqar Syahroni menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan upaya perusahaan menjalin kemitraan dengan badan usaha milik negara (BUMN). Menurut dia, potensi yang telah diidentifikasi akan diperdalam untuk menentukan peluang yang dapat ditindaklanjuti bersama.

Read also:  PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Meski demikian, MoU tersebut masih merupakan tahap awal penjajakan. Realisasi proyek akan bergantung pada hasil kajian potensi limbah, kesesuaian teknologi, kelayakan ekonomi, serta kepastian rantai pasok.

Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan GETI akan mengevaluasi peluang mengubah limbah menjadi sumber energi bernilai tambah, sekaligus mengembangkan model pemanfaatan limbah yang dapat mendukung ekonomi sirkular. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dari Produk Lokal ke Pasar Global, Hilirisasi Jadi Ujian UMKM Binaan PHM

Ecobiz.asia – Pengembangan produk lokal menjadi komoditas bernilai tambah dan berdaya saing di pasar internasional menjadi tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

TOP STORIES

Dari Produk Lokal ke Pasar Global, Hilirisasi Jadi Ujian UMKM Binaan PHM

Ecobiz.asia – Pengembangan produk lokal menjadi komoditas bernilai tambah dan berdaya saing di pasar internasional menjadi tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

BPGMN Tidak Sama dengan BRGM

Oleh:  Pramono Dwi Susetyo (Pernah bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Ecobiz.asia - Dengan dilantiknya Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., sebagai Kepala Badan...

Pakar Hukum Dorong Evaluasi Aturan Pembakaran Lahan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pakar hukum kehutanan dan lingkungan Sadino mendorong evaluasi aturan pembukaan lahan dengan cara membakar serta penguatan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan...

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...