Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu program pemberdayaan berhasil mengembangkan usaha BUMDes hingga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Penghargaan tersebut diberikan kepada PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, dan PEP Sangatta Field pada 28 September 2026 di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Direktur BUMDes Trans Makmur Jaya, Sutiarso, meraih predikat Excellent, kategori tertinggi untuk perorangan, atas perannya dalam mengembangkan BUMDes dan mendorong kemandirian ekonomi Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Di bawah pengelolaan Sutiarso, BUMDes yang sebelumnya bernama BUMDes Bukit Raya tersebut mengembangkan usaha dan meningkatkan aset dari semula kurang dari Rp100 juta menjadi ratusan juta rupiah. BUMDes juga mulai berkontribusi terhadap PADes sebesar Rp5 juta hingga Rp19 juta per tahun sepanjang 2023–2025.

Saat ini, BUMDes Trans Makmur Jaya memiliki sembilan unit usaha, antara lain sarana produksi pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi, penyewaan alat dan mesin pertanian, peternakan ayam petelur dan sapi, layanan transaksi perbankan, pangkalan LPG 3 kilogram, pengadaan barang dan jasa, serta pengolahan pupuk kompos.

Read also:  Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Head of Comrel & CID Zona 9 PHI Dharma Saputra mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama (creating shared value), termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat, UMKM dan BUMDes dalam perencanaan maupun pelaksanaannya di wilayah operasi perusahaan,” ujar Dharma.

Selain Sutiarso, Program Kuas Jirak yang dikelola PEP Tanjung Field dan Program ECO-STEP oleh PEP Sangatta Field masing-masing meraih penghargaan Silver. Kedua program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi kelompok perempuan.

Read also:  BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Menurut Dharma, kelompok perempuan yang menjadi penerima manfaat kedua program tersebut sebelumnya belum memiliki pendapatan tetap. Sejak 2022, kelompok-kelompok tersebut kini telah memiliki pendapatan tetap di atas upah minimum kabupaten (UMK) Kutai Kartanegara dan Tabalong.

Dharma mengatakan PHI akan terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi. “Kami percaya pengembangan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembangunan Indonesia,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mendorong pengembangan Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya sebagai kawasan wisata berbasis alam, tetapi juga...

Bali World of Care Dorong Mangrove Jadi Aset Blue Carbon Bernilai Ekonomi

Ecobiz.asia – Konservasi mangrove mulai didorong tidak hanya sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan blue carbon yang dapat membuka...

PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, mengembangkan konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi satwa endemik Yaki (Macaca nigra) sekaligus...

Lakukan Studi Penangkapan dan Penyimpangan Karbon (CCS/CCUS), Pertamina Ungkap Target Tahap Comissioning

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan 11 studi carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) yang diarahkan untuk...

Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pertamina menyiapkan sejumlah bisnis energi rendah karbon, mulai dari biofuel, panas bumi, PLTS dan penyimpanan energi hingga CCS/CCUS dan hidrogen hijau, sebagai...

TOP STORIES

Tak Hanya Proteksi dan Restorasi, BP-GMN Akan Sentuh Aspek Ekonomi Gambut dan Mangrove

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mematangkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) dengan tiga mandat utama,...

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha, mulai dari kesiapan sarana pemadaman, pemantauan hotspot, hingga pembenahan tata...

Indonesia Assesses US, Canadian, Russian and South Korean Nuclear Technologies

Ecobiz.asia – Indonesia is assessing nuclear power technologies from the United States, Canada, Russia and South Korea as it prepares to develop nuclear power...

PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mendorong pengembangan Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya sebagai kawasan wisata berbasis alam, tetapi juga...

Pertamina to Start Producing 100 Kg/Day of Green Hydrogen at Ulubelu Pilot in November

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is preparing to start production at its green hydrogen pilot project at the Ulubelu geothermal...