PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mendorong pengembangan Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya sebagai kawasan wisata berbasis alam, tetapi juga sebagai sumber penghidupan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan PLN NP bersama masyarakat sejak 2023 melalui program Dari Energi untuk Sungai, yang mengintegrasikan konservasi ekosistem, pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penerapan ekonomi sirkular.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan perusahaan sejak awal tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas wisata, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi Sungai Maron secara mandiri.

“Kami tidak ingin hadir hanya dengan membangun fasilitas kemudian meninggalkannya. Kami ingin membangun sesuatu yang lebih fundamental, yaitu kapasitas masyarakat untuk dapat mengelola potensi yang mereka miliki sendiri,” ujar Ruly dalam kegiatan Dari Energi untuk Sungai, Rabu (30/9).

Menurut dia, dukungan PLN NP selama ini mencakup penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelatihan bagi 93 joki perahu dan penyediaan fasilitas keselamatan, hingga pengembangan UMKM, energi bersih, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular.

Read also:  INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Sejumlah inovasi juga telah diterapkan di kawasan tersebut, antara lain CAKRA Electric Boat, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berbasis tenaga surya, sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) banjir, tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R), serta pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) dari PLTU Pacitan untuk mendukung infrastruktur kawasan wisata.

Memasuki 2026, PLN NP mengembangkan program SUMANTRI BERANI (Sungai Maron Lestari, Berdaya, dan Adaptif) yang mendorong masyarakat mengolah limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi seperti cocofiber, cocopeat, dan coirlog.

Melalui program tersebut, sekitar 1.136 kilogram limbah kelapa per bulan diolah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali. Salah satunya coirlog digunakan untuk membantu pengendalian abrasi di kawasan Sungai Maron.

“Ini adalah contoh shared value. Ketika lingkungan menjadi lebih baik, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Ketika ekonomi masyarakat tumbuh, kepedulian terhadap lingkungan semakin kuat,” kata Ruly.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi pendampingan PLN NP terhadap masyarakat Sungai Maron yang telah berjalan sejak 2023.

Menurut dia, pengembangan kawasan tersebut telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjadikan Sungai Maron sebagai salah satu destinasi wisata yang perlu dijaga kelestariannya.

Read also:  ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

“Terima kasih kepada PLN Nusantara Power yang sudah mendampingi masyarakat Maron sejak 2023. Saya menjadi saksi bagaimana pendampingan ini memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Sungai Maron memberikan berkah, sehingga wajib bagi kita untuk menjaga kelestariannya,” ujar Indrata.

Dia mengatakan keberlanjutan Sungai Maron juga sangat bergantung pada terjaganya vegetasi di kawasan sekitar dan hulu sungai.

“Sungai ada karena ada pohon, ada vegetasi yang subur. Mari tetap merawat hutan untuk menjaga kelestarian sungai,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Tulus Laksono mengatakan pengembangan Sungai Maron sebagai destinasi wisata air perlu dibarengi dengan pemantauan kualitas air secara berkala.

Menurut dia, pemantauan tersebut penting untuk memastikan kualitas air tetap mendukung aktivitas wisata sekaligus menjadi dasar pengambilan langkah perbaikan apabila terjadi penurunan kualitas.

“Sungai Maron ini memiliki potensi yang luar biasa. Karena dimanfaatkan untuk aktivitas wisata air, kualitas airnya perlu dipantau secara berkala agar kita mengetahui kondisinya dan dapat segera melakukan langkah peningkatan apabila diperlukan,” ujar Tulus.

Read also:  Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan Sungai Maron tidak dapat dipisahkan dari kondisi kawasan hulu.

“Kalau kita ingin sungai tetap memiliki air, kita harus menjaga hulunya. Menanam pohon di hulu bukan hanya soal penghijauan, tetapi juga menjaga keberlangsungan air dan kehidupan di sepanjang sungai,” katanya.

Dalam kegiatan Dari Energi untuk Sungai pada 30 September 2026, PLN NP bersama masyarakat dan pemangku kepentingan melakukan penanaman 310 pohon, pemasangan 3.100 meter tali sabut kelapa, penanaman 10.000 akar wangi, serta pelepasliaran 3.100 benih ikan sidat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi bersih sungai dan edukasi lingkungan.

Ruly mengatakan keberlanjutan pengelolaan Sungai Maron pada akhirnya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut dan menggantungkan sebagian penghidupannya dari potensi sungai.

“Bagi kami, Go Beyond Power bukan sekadar menghasilkan listrik, tetapi menghadirkan energi yang membuka peluang, menggerakkan ekonomi, menjaga lingkungan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Sungai Maron menjadi salah satu wujud nyata semangat tersebut,” pungkasnya.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Bali World of Care Dorong Mangrove Jadi Aset Blue Carbon Bernilai Ekonomi

Ecobiz.asia – Konservasi mangrove mulai didorong tidak hanya sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan blue carbon yang dapat membuka...

PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, mengembangkan konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi satwa endemik Yaki (Macaca nigra) sekaligus...

Lakukan Studi Penangkapan dan Penyimpangan Karbon (CCS/CCUS), Pertamina Ungkap Target Tahap Comissioning

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan 11 studi carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) yang diarahkan untuk...

Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pertamina menyiapkan sejumlah bisnis energi rendah karbon, mulai dari biofuel, panas bumi, PLTS dan penyimpanan energi hingga CCS/CCUS dan hidrogen hijau, sebagai...

PDC Perluas Penerapan CMS ISO 37301, Kepatuhan Jadi Bagian dari Proses Bisnis

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperluas penerapan Compliance Management System (CMS) ISO 37301 ke seluruh fungsi perusahaan untuk mengintegrasikan pengelolaan kepatuhan ke...

TOP STORIES

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha, mulai dari kesiapan sarana pemadaman, pemantauan hotspot, hingga pembenahan tata...

Indonesia Assesses US, Canadian, Russian and South Korean Nuclear Technologies

Ecobiz.asia – Indonesia is assessing nuclear power technologies from the United States, Canada, Russia and South Korea as it prepares to develop nuclear power...

Pertamina to Start Producing 100 Kg/Day of Green Hydrogen at Ulubelu Pilot in November

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is preparing to start production at its green hydrogen pilot project at the Ulubelu geothermal...

Indonesia Launches SOIFO 2026, Highlights 95.5 Million Hectares of Forest

Ecobiz.asia – Indonesia’s Ministry of Forestry launched The State of Indonesia’s Forests 2026 (SOIFO 2026) at the Food and Agriculture Organization of the United...

BP-GMN Dibentuk, Kini Saatnya Menjawab: Siapa Berbuat Apa

Oleh: Gusti Hardiansyah (Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura) Ecobiz.asia - Siang itu, 1 Oktober 2026, Aula Soedjarwo di Manggala Wanabakti, Jakarta, terasa sedikit berbeda. Menteri...