Ecobiz.asia — Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) memperketat pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam dan sekitar perkebunan bersertifikat di Indonesia dengan memanfaatkan sistem pemantauan berbasis satelit dan verifikasi lapangan.
Sekretariat RSPO menggunakan Hotspot Hub dan sistem peringatan FireWatch berbasis satelit untuk melacak titik panas, memverifikasi kejadian kebakaran di dalam dan sekitar konsesi bersertifikat, serta berkoordinasi dengan anggota yang terdampak.
RSPO juga tengah berkoordinasi dengan anggota yang terdampak untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Setelah laporan terperinci tersedia, organisasi tersebut akan menentukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan standar RSPO.
Dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026), RSPO menyatakan sejumlah anggotanya menghadapi tantangan besar akibat kebakaran. Prioritas mereka saat ini mencakup perlindungan masyarakat, pengendalian kebakaran, serta kerja sama dengan otoritas kehutanan, organisasi penyelamatan satwa liar, dan lembaga swadaya masyarakat untuk melindungi kawasan rentan, termasuk habitat orangutan dan kawasan konservasi.
Standar RSPO melarang penggunaan api untuk pembukaan maupun penyiapan lahan. Perkebunan bersertifikat juga diwajibkan menerapkan protokol penanganan kebakaran serta langkah pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran di dalam dan sekitar area perkebunan.
Anggota RSPO diharapkan menangani kebakaran hingga sekitar dua kilometer dari batas konsesi. Dalam praktiknya, anggota juga dapat melakukan penanganan di luar area tersebut untuk membantu masyarakat sekitar.
RSPO menegaskan kebakaran dapat dipicu berbagai faktor, baik alami maupun aktivitas manusia. Karena itu, penelusuran penyebab kebakaran menjadi bagian dari tindak lanjut terhadap kejadian yang terjadi di dalam maupun sekitar konsesi anggota.
Selain pengendalian kebakaran, standar RSPO mengatur perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja. Anggota diwajibkan memantau kualitas udara, menyesuaikan aktivitas lapangan, menghentikan pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik berat ketika tingkat polusi meningkat, serta menyediakan alat pelindung pernapasan.
RSPO juga meminta anggotanya meningkatkan patroli, pemantauan, pengawasan, dan pelaporan serta memberikan dukungan kepada pekerja, masyarakat, dan upaya konservasi yang terdampak kebakaran dan kabut asap.
Organisasi tersebut menyebut kondisi cuaca kering ekstrem dan fenomena El Niño yang diperkirakan semakin intens membutuhkan penanganan terkoordinasi lintas sektor, termasuk kerja sama lintas batas dan respons dini terhadap potensi kebakaran. ***




