PHE Dorong Asri Basin Jadi Hub Penyimpanan Karbon Regional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendorong pengembangan Asri Basin di lepas pantai Indonesia sebagai hub penyimpanan karbon regional, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur Carbon Capture and Storage (CCS) di Asia.

Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro mengatakan Asri Basin memiliki potensi penyimpanan karbon sekitar 2,9 gigaton (Gt) CO₂ dan berada di lokasi strategis yang dekat dengan pusat emisi domestik serta jalur pelayaran internasional.

“Asri CCS Hub menggabungkan skala penyimpanan yang masif, lokasi strategis, serta konsep rantai transportasi dan penyimpanan yang lengkap,” ujar Dannif dalam KCCUS Forum di Seoul, Korea Selatan, 15 September 2026. Dalam forum tersebut, Dannif memaparkan perkembangan portofolio CCUS PHE dalam presentasi bertajuk Implementing CCUS Projects: Visions, Capabilities, and Best Practices.

Menurut dia, PHE bersama ExxonMobil tengah mengembangkan proyek CCS Hub di Asri Basin yang dirancang sebagai sistem terintegrasi, mulai dari pengangkutan liquid CO₂ (LCO₂), terminal penerimaan, pipa lepas pantai, sumur injeksi hingga fasilitas penyimpanan karbon.

Read also:  Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

PHE melihat Asri Basin tidak hanya memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, tetapi juga berpotensi menjadi infrastruktur penyimpanan karbon bagi emisi dari kawasan regional, termasuk Korea Selatan.

“Tempat penyimpanan yang baik secara teknis juga harus layak secara komersial dan siap secara institusional. Kerangka regulasi pendukung di Indonesia telah tersedia, dan tugas kita bersama adalah mewujudkannya menjadi proyek yang dapat diimplementasikan serta bankable,” katanya.

Potensi penyimpanan 578 Gt

Pengembangan Asri Basin menjadi bagian dari potensi penyimpanan karbon Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 578 Gt CO₂ yang tersebar di 20 cekungan produktif, berdasarkan estimasi pemerintah. PHE menilai lokasi Asri Basin menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan hub penyimpanan karbon. Lokasinya yang berada di lepas pantai dan relatif dekat dengan pusat-pusat emisi, ditambah akses terhadap jalur pelayaran, membuka peluang pengembangan rantai pasok CCS lintas negara.

Read also:  PLN Nusantara Power Perluas Bisnis di Luar Pembangkitan, Raih Dua Penghargaan Marketing 2026

Dalam pengembangan tersebut, PHE tengah membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Korea Selatan, termasuk perusahaan penghasil emisi, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi, dan investor. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem transportasi dan penyimpanan CO₂ dari sumber emisi di Korea Selatan menuju fasilitas penyimpanan di Indonesia.

PHE kembangkan proyek pilot

Selain proyek berskala hub, PHE juga terus mengembangkan pengalaman operasional melalui sejumlah program pilot CCUS. Hingga saat ini, PHE telah menjalankan 10 program dengan total injeksi mencapai 5.671 ton CO₂ ekuivalen. Salah satu proyek yang telah dilakukan adalah injeksi CO₂ pertama di Lapangan Sukowati pada Desember 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan studi uji coba interwell CO₂ Enhanced Oil Recovery (EOR) pada 2025.

Read also:  PHKT Kenalkan Praktik Keselamatan Hulu Migas kepada Mahasiswa ITK, Bahas Pengendalian Bahaya hingga Kesiapan Operasi

Dannif mengatakan pengalaman dari proyek-proyek pilot tersebut menjadi dasar bagi PHE untuk mengembangkan proyek CCS/CCUS dengan skala lebih besar. “Pendekatan kami sangat terencana, di mana kami menimba pengalaman operasional melalui pilot project sekaligus secara paralel mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem yang dibutuhkan untuk pengembangan CCS/CCUS berskala lebih besar,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, Indonesia telah menerbitkan sejumlah ketentuan yang menjadi dasar pengembangan CCS, antara lain Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023 dan Peraturan Presiden No. 14/2024 mengenai penyelenggaraan kegiatan penangkapan dan penyimpanan karbon, termasuk aspek lintas batas. Dengan dukungan regulasi tersebut, PHE melihat peluang pengembangan Asri CCS Hub sebagai salah satu infrastruktur penyimpanan karbon regional yang dapat menghubungkan sumber emisi di Asia dengan lokasi penyimpanan di Indonesia. PHE menyatakan akan melanjutkan investasi dan pengembangan bisnis hulu migas yang mendukung pengurangan emisi, termasuk melalui pengembangan CCS dan CCUS.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PAG Kembangkan Bisnis Gassing Up-Cooling Down di Terminal LNG Arun

Ecobiz.asia -- PT Perta Arun Gas (PAG) mengembangkan bisnis gassing up and cooling down (GUCD) bagi kapal LNG di Terminal LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh,...

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Ecobiz.asia -- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM telah menyerap 9 ton emas produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Januari-Agustus 2026. Langkah tersebut...

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...

PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services...

Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Ecobiz.asia — Adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di sektor industri Indonesia diperkirakan terus tumbuh dalam tiga hingga lima tahun...

TOP STORIES

PAG Kembangkan Bisnis Gassing Up-Cooling Down di Terminal LNG Arun

Ecobiz.asia -- PT Perta Arun Gas (PAG) mengembangkan bisnis gassing up and cooling down (GUCD) bagi kapal LNG di Terminal LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh,...

Sorot Potensi Energi Terbarukan, Wamen LH Dorong Sungai Ciliwung Dikembangkan untuk PLTMH

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono melihat potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dari debit...

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Ecobiz.asia -- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM telah menyerap 9 ton emas produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Januari-Agustus 2026. Langkah tersebut...

Indonesia Opens 5.67 Million Hectares of Forest for Food, Energy and Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia’s Ministry of Forestry has designated around 5.67 million hectares of forest areas for a broader range of uses, including food production,...

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...