Ecobiz.asia — PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memperkuat layanan Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point bagi pelanggan usaha di Yogyakarta, seiring bertambahnya pemanfaatan gas bumi di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.
Salah satu pelanggan baru Gagas adalah Marugame Udon Kaliurang. Restoran tersebut telah menggunakan CNG selama sekitar dua bulan dengan konsumsi sekitar 1.000 meter kubik (m³) per bulan.
Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta Dedi Sugianto mengatakan penggunaan CNG merupakan alternatif energi yang direkomendasikan kantor pusat untuk mendukung kebutuhan operasional outlet.
“Pemakaian CNG di outlet kami sudah berjalan sekitar dua bulan dan saat ini masih dalam tahap penyesuaian. Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api yang dihasilkan juga stabil dan lebih biru,” ujar Dedi.
Pasokan CNG untuk outlet tersebut menggunakan tujuh tabung CNG. Selain memasok gas, Gagas memberikan dukungan teknis dan pemeliharaan instalasi selama pelanggan menggunakan layanan tersebut.
Dedi mengatakan pendampingan menjadi salah satu perbedaan dibandingkan penggunaan energi sebelumnya. “Kalau energi sebelumnya tidak ada servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatan didampingi Gagas, jadi kami lebih mudah dalam penggunaannya,” ujarnya.
Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara Miranti Dyah Pramesti mengatakan pendampingan pelanggan dilakukan sejak tahap awal penggunaan CNG untuk memastikan sistem dan peralatan sesuai dengan kebutuhan operasional.
“Marugame Udon merupakan pelanggan baru CNG Gagas. Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan secara optimal sejak awal penggunaan,” kata Miranti.
Layanan tersebut mencakup instalasi dan penyesuaian peralatan, pemantauan pasokan, refill, cleaning, hingga maintenance. Gagas juga melakukan pengecekan berkala terhadap instalasi dan ketersediaan pasokan.
Menurut Miranti, refill dilakukan sebelum persediaan gas habis. Tim Gagas juga menindaklanjuti kendala pada instalasi maupun penggunaan CNG agar tidak mengganggu kegiatan operasional pelanggan.
Gagas menilai pola layanan tersebut diperlukan karena kebutuhan energi setiap pelanggan usaha berbeda. Evaluasi dari penggunaan CNG oleh pelanggan menjadi masukan untuk pengembangan layanan point-to-point ke pelaku usaha lain di wilayah yang belum terjangkau jaringan gas bumi.
“Pengalaman dari setiap pelanggan menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga menjadi modal bagi Gagas untuk memperluas pemanfaatan CNG point-to-point kepada pelaku usaha lainnya yang membutuhkan akses gas bumi di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” ujar Miranti. ***




