PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed natural gas (CNG) sebesar 22 billion British thermal unit per day (BBTUD) kepada pemerintah. Jika disetujui, total alokasi gas CNG perseroan akan meningkat dari 7,8 BBTUD menjadi sekitar 30 BBTUD per tahun untuk periode 2026-2030.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, mengatakan tambahan pasokan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan CNG, terutama dari sektor industri, komersial, rumah tangga, hingga bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi.

“Saat ini kami mendapat alokasi 7,8 BBTUD per tahun selama lima tahun, dari 2026 sampai 2030. Namun kebutuhan CNG sekarang semakin besar, sehingga kami mengajukan tambahan sekitar 22 BBTUD agar totalnya menjadi sekitar 30 BBTUD per tahun,” kata Santiaji kepada media saat kunjungan lapangan di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (19/8).

Read also:  PDC Perluas Penerapan CMS ISO 37301, Kepatuhan Jadi Bagian dari Proses Bisnis

Menurut dia, permohonan tambahan alokasi tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak April 2026 melalui PGN. Sesuai mekanisme yang berlaku, penetapan alokasi gas berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM dengan tembusan kepada SKK Migas.

Santiaji menjelaskan bahwa PGN Gagas juga telah melakukan presentasi kepada SKK Migas terkait proyeksi kebutuhan gas CNG berdasarkan segmen pasar, mulai dari rumah tangga, transportasi, hingga pelanggan komersial.

Read also:  Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

“Kami sudah memaparkan kebutuhan CNG untuk berbagai sektor. Sekarang tinggal menunggu keputusan pemerintah terkait tambahan alokasi yang dapat diberikan, mengingat kebutuhan gas nasional juga dialokasikan untuk sektor lain seperti kelistrikan, pupuk, dan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa permintaan tambahan alokasi ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kebutuhan CNG di masa mendatang, termasuk apabila pemerintah meluncurkan program-program baru berbasis gas bumi.

Dari sisi pasar, Santiaji menilai wilayah Jawa masih menjadi pusat pertumbuhan permintaan CNG nasional. Kawasan Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dinilai memiliki potensi terbesar seiring tingginya aktivitas industri dan sektor hotel, restoran, serta kafe (horeka).

Selain mengandalkan tambahan pasokan gas, PGN Gagas juga memperkuat daya saing bisnis CNG melalui aspek keselamatan operasional dan kualitas produk. Santiaji menegaskan bahwa bisnis CNG memiliki tingkat risiko tinggi karena gas disimpan pada tekanan hingga 250 bar, sehingga standar HSSE dan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor utama.

Read also:  PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

“Di bisnis CNG, aspek keselamatan adalah yang paling penting. Kami menjaga kualitas gas dengan proses pengeringan (dryer) sebelum didistribusikan kepada pelanggan, sehingga kandungan air dapat diminimalkan dan peralatan pelanggan lebih terlindungi dari risiko korosi,” kata Santiaji.

Menurutnya, kombinasi antara keandalan pasokan, standar keselamatan, dan kualitas layanan menjadi keunggulan PGN Gagas dalam menghadapi persaingan bisnis CNG yang semakin ketat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Ecobiz.asia -- Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)...

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...