Menteri LH Pimpin Penanaman Mangrove di Brebes, Dorong Percepatan Target 2 Miliar Pohon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat memimpin penanaman mangrove di Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026), sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian target nasional penanaman 2 miliar pohon sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob.

Kegiatan bertajuk “Menanam Hari Ini untuk Generasi Esok” tersebut melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem mangrove yang dinilai memiliki peran penting dalam adaptasi perubahan iklim.

Dalam sambutannya, Jumhur menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan tanggung jawab bersama dan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

“Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk memulihkan lingkungan dan menjaga masa depan. Mari kita perkuat kolaborasi agar setiap mangrove yang ditanam benar-benar tumbuh, melindungi pesisir, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Jumhur.

Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi, banjir rob, dan gelombang pasang.

Selain menjadi habitat berbagai biota, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon yang efektif sehingga berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, Indonesia masih memiliki sekitar 770 ribu hektare habitat mangrove yang memerlukan upaya pemulihan.

Read also:  Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Jumhur menambahkan, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, hingga relawan diperlukan untuk memastikan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

KLH/BPLH berharap penanaman mangrove di Brebes dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan ekosistem pesisir. Selain meningkatkan perlindungan kawasan pantai dan kualitas lingkungan, rehabilitasi mangrove juga diharapkan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Kementerian juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung target nasional penanaman 2 miliar pohon sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekosistem dan mewariskan lingkungan yang lebih lestari bagi generasi mendatang.

Read also:  PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Wakil Bupati Brebes Wurja menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi mangrove sebagai upaya melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan banjir rob.

“Kehadiran Bapak Menteri menjadi motivasi sekaligus penyemangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Kami berkomitmen memperkuat upaya pemulihan ekosistem mangrove melalui penanaman yang berkelanjutan,” ujar Wurja. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

Indonesia Plans Special Unit to Tackle Methane, Black Carbon Emissions by 2027

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing to establish a special unit to coordinate efforts to reduce emissions of super pollutants such as methane and black...

APP Group Becomes First Indonesian Company to Join RE100, Targets 100% Renewable Electricity

Ecobiz.asia – APP Group has become the first Indonesian company to join RE100, a global initiative led by The Climate Group that brings together...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

Indonesia’s Nickel Industry Builds End-to-End Value Chain as Downstreaming Boosts Exports

Ecobiz.asia – Indonesia’s nickel industry now spans much of the value chain, from nickel ore processing to battery recycling, as the government’s downstreaming policy...