ASPEBINDO dan APLCNGI Dorong Pemanfaatan CNG-LNG untuk Kurangi Impor LPG

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) bersama Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) mendorong optimalisasi pemanfaatan compressed natural gas (CNG) dan liquefied natural gas (LNG) sebagai solusi substitusi LPG impor sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Talkshow & Press Conference bertajuk “CNG & LNG Untuk Rakyat: Solusi Nyata Substitusi LPG & Swasembada Energi Nasional” di Energy Hub, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Acara ini dihadiri perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha energi.

Read also:  Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, La Ode Sulaeman, mengatakan pemerintah tengah mendorong pemanfaatan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram mulai tahun ini. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor energi.

“CNG untuk rumah tangga akan diterapkan di kota-kota besar di Pulau Jawa terlebih dahulu, sebelum kemudian diperluas secara bertahap ke seluruh Indonesia,” ujar La Ode.

Read also:  Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Momentum Pembuktian Prabowo

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menegaskan pelaku usaha memiliki peran strategis dalam mempercepat hilirisasi dan pengembangan infrastruktur gas bumi nasional. Menurutnya, transformasi energi membutuhkan dukungan investasi dan kesiapan infrastruktur dari sektor swasta.

“Pelaku usaha memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem energi berbasis gas. Kami siap mendukung program pemerintah, termasuk dalam investasi dan pengembangan infrastruktur,” kata Anggawira.

Ia menilai pemanfaatan gas bumi tidak hanya berdampak pada efisiensi subsidi energi dan pengurangan impor LPG, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional.

Read also:  Indonesia Sukses Swasembada Beras, Hashim Sebut Perluasan Sawah di Kawasan Hutan tak Lagi Diperlukan

Sementara itu, Ketua Umum APLCNGI, Dian Kuncoro, menyatakan asosiasinya mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan CNG dan LNG sebagai energi substitusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Pada prinsipnya, kami mendukung program pemerintah terkait optimalisasi CNG dan LNG untuk menggantikan energi yang masih bergantung pada impor. Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga soal kemandirian bangsa,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Singapura Periksa 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap, Tegaskan Belum Ada Kesimpulan Pelanggaran

Ecobiz.asia – Pemerintah Singapura memeriksa dugaan keterkaitan 10 perusahaan yang terdaftar di negara tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang memicu kabut...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Kabar Melegakan! Hotspot Terus Turun Jadi 93 Titik, Kemenhut Pastikan Tetap Siaga Kendalikan Karhutla

Ecobiz.asia — Penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia menjadi 93 titik pada Senin (26/10/2026), dari 147 titik sehari sebelumnya,...

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...

TOP STORIES

ASCOPE Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional, dari Hulu Migas hingga CCS/CCUS

Ecobiz.asia -- Pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51 menyepakati penguatan kerja sama energi regional, mencakup pengembangan hulu minyak dan gas...

Breakthrough Energy, Temasek Extend Southeast Asia Climate Tech Program Through 2030

Ecobiz.asia – Breakthrough Energy, Temasek and Enterprise Singapore have extended their climate technology innovation program in Southeast Asia for another three years, committing to...

Schneider Electric Targetkan 8.000 Teknisi Listrik Ikuti Electrician Academy

Ecobiz.asia -- Schneider Electric menargetkan 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer mengikuti program Electrician Academy 2026 untuk memperkuat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan dan meningkatkan...

Incar Dekarbonisasi Sektor Wisata, Pertamina NRE Garap Pasar Kredit Karbon Ritel Lewat Wisatawan Candi Borobudur

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama InJourney Destination Management (IDM) menghadirkan skema kompensasi emisi karbon sukarela bagi wisatawan Candi Borobudur,...

Singapura Periksa 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap, Tegaskan Belum Ada Kesimpulan Pelanggaran

Ecobiz.asia – Pemerintah Singapura memeriksa dugaan keterkaitan 10 perusahaan yang terdaftar di negara tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang memicu kabut...