PLN Operasikan SUTT Blangpidie–Tapak Tuan, Kurangi Ketergantungan PLTD di Aceh Selatan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara resmi mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Blangpidie–Tapak Tuan serta Gardu Induk (GI) 150 kV Blangpidie Extension menuju GI 150 kV Tapak Tuan berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA).

Pengoperasian infrastruktur ini memperkuat sistem kelistrikan Pantai Barat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Selatan, sekaligus menekan ketergantungan daerah terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Pelaksana Tugas Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, menyambut positif beroperasinya GI Tapak Tuan. Menurutnya, kehadiran infrastruktur ini akan meningkatkan keandalan dan kualitas pasokan listrik di wilayah tersebut.

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

“Dengan sistem kelistrikan yang lebih stabil, kami optimistis pelayanan publik, aktivitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin meningkat,” ujar Baital.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, pengoperasian SUTT dan gardu induk ini sejalan dengan komitmen PLN mendukung agenda swasembada energi nasional.

“Infrastruktur ini memperkuat ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil, sekaligus meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan regional,” kata Darmawan, Kamis (19/2/2026).

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Ia menambahkan, PLN terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata dan berkelanjutan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara Dewanto menjelaskan, SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan dibangun sepanjang 115 kilometer sirkuit dengan 166 menara transmisi. Jaringan ini berfungsi sebagai interkoneksi regional yang menghubungkan sistem kelistrikan Blangpidie di Aceh Barat Daya hingga Samadua di Aceh Selatan.

“Beroperasinya infrastruktur ini meningkatkan keandalan sistem dan berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak sekitar 638,6 kiloliter per bulan dari pengurangan penggunaan pembangkit diesel. Trafo 30 MVA juga disiapkan untuk menopang pertumbuhan kebutuhan listrik rumah tangga, bisnis, dan industri,” jelas Dewanto.

Read also:  Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Dengan beroperasinya SUTT dan gardu induk tersebut, Aceh Selatan tidak lagi bergantung pada jaringan tegangan menengah maupun pembangkit diesel. PLTD Kota Fajar pun akan dihentikan operasinya secara bertahap.

“Stabilitas tegangan menjadi lebih terjaga, fleksibilitas manuver beban meningkat, dan potensi pemadaman dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Dewanto. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Pertamina dan Eni Perkuat Kolaborasi, Dari Teknologi Eksplorasi Migas hingga SAF Berbasis Minyak Nabati

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi asal Italia, Ente Nazionale Idrocarburi (Eni), menjajaki penguatan kerja sama di sektor hulu dan hilir energi,...

PLN-Pelindo Resmikan OPS Tanjung Priok, Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di...

Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya...

Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Ecobiz.asia — Trans Mall Group meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 16 lokasi yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi...

TOP STORIES

NCI, Infini Asia Launch FIST 1.0 to Strengthen Data Management for Nature-Based Solutions

Ecobiz.asia – Nusantara Climate Initiative (NCI), in collaboration with PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia), has officially launched the Forest Integrated System for Transparency...

IDX Proposes Lower Non-Tax State Levy to Boost Carbon Trading on IDXCarbon

Ecobiz.asia – The Indonesia Stock Exchange (IDX) is preparing a proposal for an incentive and disincentive scheme to encourage companies to trade carbon units...

IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Ecobiz.asia – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, membuka akses...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Ecobiz.asia — Nusantara Climate Initiative (NCI) bersama PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia) meluncurkan Forest Integrated System for Transparency (FIST) Version 1.0, platform digital...