Biorefinery Cilacap Optimalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui Proyek Bioavtur/Biorefinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), sebagai bagian dari strategi transisi dan swasembada energi nasional.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Phase 1 Revamp TDHT Cilacap, yang telah memproduksi SAF berbasis UCO melalui skema co-processing.

Melalui pengembangan Biorefinery Cilacap Phase 2, kapasitas produksi SAF akan meningkat signifikan dari sekitar 27 kiloliter per hari menjadi 887 kiloliter per hari pada 2029.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini menyatakan proyek Biorefinery Cilacap memiliki nilai strategis dari sisi ketahanan energi, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Read also:  Tekan Emisi Karbon, SKK Migas, KKKS Tanam 1,74 Juta Pohon Durian hingga Mahoni pada 2025

“Biorefinery Cilacap merupakan program strategis Presiden Prabowo dan Danantara yang sejalan dengan Asta Cita, khususnya swasembada energi, hilirisasi dan industrialisasi, serta pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Emma, Selasa (10/2/2026).

Groundbreaking Proyek Biorefinery Cilacap dilakukan bersama sejumlah proyek hilirisasi energi lainnya oleh Danantara pada Jumat (7/2/2026). Biorefinery Cilacap tercatat sebagai salah satu dari lima Proyek Hilirisasi Danantara di sektor energi, serta selaras dengan strategi Dual Growth Pertamina yang menyeimbangkan penguatan bisnis eksisting dan pengembangan bisnis rendah karbon.

Read also:  Masuk Energi Terbarukan, Sriwijaya Capital Tanam 20 Juta Dolar AS di SESNA

Menurut Emma, pengembangan bioavtur di Cilacap akan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam menciptakan swasembada energi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Untuk memastikan keberlanjutan rantai pasok SAF, Pertamina membangun sinergi dari hulu ke hilir, melibatkan regulator, penyedia bahan baku, produsen, hingga offtaker sebagai pengguna akhir. Pendekatan ini ditujukan untuk membentuk ekosistem SAF nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.

Dari sisi dampak, proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp199 triliun per tahun, menurunkan emisi karbon sekitar 600 ribu ton CO₂ per tahun, serta menyerap sekitar 5.900 tenaga kerja. Proyek ini juga ditargetkan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

Read also:  PGN Mulai Pasok Gas ke Pabrik Baterai EV CATL, Dukung Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Sebagai bagian dari penguatan pasokan bahan baku, Pertamina mengembangkan program pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat melalui Bank Sampah Beo Asri, termasuk di Kelurahan Tegalreja, Kabupaten Cilacap, yang melibatkan lebih dari 2.900 kepala keluarga.

“Proyek ini menjadi contoh hilirisasi yang memberi banyak manfaat, mulai dari pengurangan impor dan defisit transaksi berjalan, penciptaan lapangan kerja, hingga penyediaan energi hijau yang menekan emisi karbon,” kata Emma. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan energi yang...

TOP STORIES

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

Pemerintah Tetapkan Delapan Blok Mineral Tanah Jarang Prioritas, Di Sini Lokasinya

Ecobiz.asia - Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi delapan blok prioritas yang dinilai memiliki potensi besar mineral tanah jarang sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan mineral...

SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mempercepat penguatan infrastruktur kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan 4.655 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025, meningkat...

Pertamina NRE–Medco Resmi Kolaborasi Pengembangan Bioenergi, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui afiliasinya, PT Medco Intidinamika (MI), menjajaki pengembangan proyek...

Indonesia, UK Launch MFP Phase 5 to Strengthen Forest Governance, Boost Global Confidence

Ecobiz.asia – The Indonesian government, in partnership with the UK government, has launched Phase 5 of the Multistakeholder Forestry Programme (MFP) to strengthen sustainable...