Wamenhut Bahas Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan dan Ketahanan Iklim dengan JICA

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki melakukan pertemuan bilateral dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Tropis di Belém, Brasil, Selasa (11/11/2025).

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama Indonesia–Jepang dalam pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan dan penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim, termasuk finalisasi pelaksanaan proyek bersama yang didukung JICA.

Rohmat menyampaikan apresiasi atas komitmen dan dukungan berkelanjutan Pemerintah Jepang melalui JICA terhadap program konservasi mangrove di Indonesia.

Read also:  Pencabutan Izin 28 Perusahaan Hasil Percepatan Audit Usai Banjir Sumatra

“Kami sangat menghargai dukungan dan fleksibilitas JICA dalam memastikan transisi kelembagaan berjalan lancar serta tujuan proyek tetap sejalan dengan visi bersama kami untuk pengelolaan mangrove berkelanjutan dan ketahanan iklim,” ujarnya.

Sejalan dengan restrukturisasi kelembagaan, Kementerian Kehutanan kini menjadi lembaga pelaksana utama proyek kerja sama tersebut. Kedua pihak telah menyesuaikan Record of Discussion (RoD) yang ditandatangani pada 2024 agar sesuai dengan struktur baru dan desain proyek yang lebih efisien.

Pembahasan juga menyoroti penguatan Mangrove Information Center (MIC) sebagai bagian penting dari kontribusi Indonesia dalam jaringan World Mangrove Center (WMC).

Read also:  Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala, Kemenhut: Indikasi Kuat Perburuan Liar

Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya menjadikan MIC tidak hanya sebagai pusat pembelajaran nasional, tetapi juga sebagai wadah berbagi pengetahuan di tingkat regional dan internasional.

“Kami berupaya menjadikan MIC sebagai pusat pengetahuan global yang menampilkan praktik terbaik, data ilmiah, dan inovasi kebijakan dari berbagai negara,” kata Rohmat.

Kementerian Kehutanan juga sedang mempersiapkan langkah teknis untuk memastikan kesiapan operasional MIC, termasuk peningkatan fasilitas, pelatihan tenaga ahli, serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Saat ini, fasilitas MIC tengah dalam proses alih pengelolaan dari Kementerian PUPR ke Kementerian Kehutanan.

Read also:  Gakkum Kehutanan Limpahkan Kasus Kayu Ilegal Donggala ke Kejaksaan

Rohmat menambahkan, Indonesia berharap dukungan berkelanjutan dari JICA untuk memperkuat peran MIC dalam mendukung kerja sama global pengelolaan mangrove di bawah kerangka WMC.

“Kami yakin proyek ini akan menjadi model penguatan ketahanan iklim dan keberlanjutan melalui pengelolaan ekosistem mangrove,” pungkasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Ecobiz.asia - Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus...

Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala, Kemenhut: Indikasi Kuat Perburuan Liar

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan adanya indikasi kuat perburuan liar atas kematian seekor gajah...

Ekspedisi KKP–WWF di Maluku Barat Daya Ungkap Temuan Penting, Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati Laut

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan WWF Indonesia mengungkap temuan ilmiah penting dari Ekspedisi Kawasan Konservasi Kepulauan Romang dan Damer, Maluku...

Izin Penyimpanan Limbah B3 PT Vopak Kedaluwarsa, KLH Lakukan Penegakan Hukum Lingkungan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan akan melakukan penegakan hukum lingkungan terhadap PT Vopak Terminal Merak setelah menemukan izin Tempat...

TOP STORIES

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Ecobiz.asia - Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus...

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan energi yang...

Tekan Emisi Karbon, SKK Migas, KKKS Tanam 1,74 Juta Pohon Durian hingga Mahoni pada 2025

Ecobiz.asia — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menanam sekitar 1,74...