IndoEBTKE ConEx 2026 Dorong Eksekusi Proyek EBT dan Percepatan Investasi Hijau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Forum The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ajang untuk mempercepat realisasi proyek energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) di Indonesia, sekaligus membuka akses investasi hijau guna mendukung ketahanan energi nasional.

Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) secara resmi meluncurkan penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 yang akan berlangsung pada 2–4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema “Indonesia Renewable Energy Acceleration: Executing Strategic Projects, Unlocking Investment, Building Resilience,” forum tahunan ini menegaskan komitmen para pemangku kepentingan untuk mempercepat eksekusi proyek energi bersih, mendorong aliran investasi hijau, serta memperkuat ketahanan sistem energi nasional melalui inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan IndoEBTKE ConEx 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi mengenai transisi energi, tetapi juga diarahkan sebagai ruang kolaborasi untuk mempercepat realisasi proyek di lapangan.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Menurut dia, sejumlah proyek energi terbarukan yang dikembangkan anggota METI saat ini telah memasuki tahap konstruksi dan persiapan operasi sehingga membutuhkan dukungan teknologi, pembiayaan, dan kebijakan yang terintegrasi.

“Banyak proyek energi terbarukan anggota METI kini bergerak menuju konstruksi dan operasi. IndoEBTKE ConEx 2026 kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut,” ujar Norman dalam keterangannya, Senin (31/8).

Sementara itu, Ketua Umum MASKEEI Andhika Prastawa menilai konservasi dan efisiensi energi merupakan elemen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi Indonesia.

Ia mengatakan MASKEEI mendorong implementasi berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan skema Energy Efficiency as a Service, untuk memperluas penerapan teknologi hemat energi di sektor industri dan komersial.

“Kami mendorong penguatan implementasi konservasi dan efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan skema Energy Efficiency as a Service, untuk meningkatkan kesadaran, memperluas adopsi teknologi hemat energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi di sektor industri maupun komersial,” kata Andhika.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Dari sisi pembiayaan, Sekretaris Jenderal METI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana IndoEBTKE ConEx 2026, Dr. Elvi Nasution, mengatakan akses investasi menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan forum tahun ini.

Menurut dia, pengembangan proyek EBTKE memerlukan dukungan pembiayaan yang besar sehingga diperlukan platform yang dapat mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan dan investor.

“Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional dan internasional, agar aliran investasi hijau ke Indonesia semakin deras dan tepat sasaran,” ujar Elvi.

Penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan enam sesi pleno dan 12 sesi breakout yang membahas berbagai isu strategis sektor EBTKE, mulai dari pengembangan energi surya, angin, bioenergi, panas bumi, teknologi penyimpanan energi berbasis baterai, hingga solusi konservasi dan efisiensi energi.

Read also:  TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Selain konferensi, IndoEBTKE ConEx 2026 juga menghadirkan pameran teknologi yang diikuti 22 perusahaan dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Forum ini turut dilengkapi dengan agenda networking hub yang dirancang untuk mempertemukan pengembang proyek secara langsung dengan investor dan mitra pembiayaan.

Kehadiran agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat aspek implementasi sehingga pembahasan mengenai transisi energi dapat berlanjut menjadi peluang investasi dan realisasi proyek.

Penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx 2026 mendapat dukungan dari berbagai perusahaan dan institusi, antara lain Pertamina, BPDB, GIZ, GGGI, PLN, Supreme Energy, Sembcorp, Star Energy Geothermal, HK, Summit Niaga, Geo Dipa, PCG Global, dan WIKA.

Dukungan dari sektor swasta, BUMN, dan lembaga pembangunan tersebut mencerminkan meningkatnya komitmen berbagai pihak dalam mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia.

Dengan menggabungkan agenda kebijakan, teknologi, pembiayaan, dan pertemuan bisnis, IndoEBTKE ConEx 2026 diharapkan dapat menjadi katalis percepatan eksekusi proyek energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dan kawasan ASEAN.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem...

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...