Indonesia Tegaskan Komitmen Kawal Transisi Energi Sejalan dengan Perlindungan Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia menegaskan komitmen dalam transisi energi global menuju ekonomi rendah karbon berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup serta pelestarian ekosistem.

Pemerintah memastikan pengembangan energi bersih akan tetap mengacu pada standar perlindungan lingkungan yang ketat sebagai bagian dari komitmen mencapai target iklim nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat pada sesi High-Level Ministerial and CEO Dialogue dalam Global Electrification and Transition Energy Summit (GETES) 2026 di London, Inggris, Selasa (23/6/2026).

“Bagi Indonesia, transformasi ke depan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kami memastikan bahwa setiap langkah pengembangan yang diambil tetap mengedepankan standar lingkungan yang ketat agar selaras dengan komitmen iklim nasional kita,” ujar Jumhur.

Read also:  Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Menurut Jumhur, Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas memiliki tanggung jawab besar menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, transisi energi, dan perlindungan sumber daya alam. Hutan tropis, lahan gambut, dan ekosistem mangrove Indonesia menjadi aset penting dalam mitigasi perubahan iklim global sehingga harus tetap menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.

Ia menegaskan kebijakan transisi energi Indonesia dibangun melalui pendekatan yang mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.

“Prioritas kami adalah memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan tetap terintegrasi dengan pedoman lingkungan yang kuat. Pendekatan ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk menjaga konsistensi antara pertumbuhan ekonomi dan target pelestarian lingkungan,” katanya.

Read also:  Prabowo Instruksikan Persiapan BBM E50, Susul Penerapan B50

Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengajak negara-negara dan mitra internasional memperkuat kerja sama multilateral yang berlandaskan transparansi dan saling percaya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk terus memperkuat praktik pembangunan yang bertanggung jawab. Kami menyambut baik kemitraan strategis yang berlandaskan kepercayaan dan transparansi demi mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan bagi semua,” ujar Jumhur.

Pesan Indonesia tersebut sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, yang meminta percepatan transisi energi global dilakukan secara adil dan inklusif.

Read also:  Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

“Forum ini mengemban tugas yang mendesak pada saat yang sangat mendesak, yakni mempercepat transisi energi dengan kecepatan, skala, dan keadilan, serta membangun ekonomi global baru yang bermanfaat bagi semua orang, yang ditopang oleh listrik bersih dan terjangkau,” kata Guterres.

Menurut Guterres, transisi menuju energi bersih tidak hanya bertujuan menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Transisi ini harus memberikan manfaat bagi semua orang, menciptakan peluang, martabat, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Industri Kelola Emisi Karbon Layak Dapat ‘Sweetener’ Pembiayaan, Persiapan Hadapi CBAM

Ecobiz.asia – Industri nasional didorong mulai menghitung emisi karbon dari kegiatan operasional sebagai langkah awal menghadapi tuntutan perdagangan global yang semakin rendah karbon. Pelaku usaha...

Target Bangun PLTS 100 GWp, DEN Sebut Indonesia Butuh Dukungan Jaringan hingga Tenaga Kerja

Ecobiz.asia — Pemerintah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) untuk menopang kebutuhan energi Indonesia. Namun, ekspansi tersebut membutuhkan...

Konsumsi Energi Final Indonesia Diproyeksi Tumbuh 2,6% per Tahun hingga 2060

Ecobiz.asia — Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan konsumsi energi final Indonesia tumbuh 2,2%–2,6% per tahun sepanjang 2024–2060, dengan sektor industri menjadi pengguna energi terbesar...

Transisi Energi Global Jadi Magnet Investasi, Indonesia Bidik 28 Komoditas untuk Hilirisasi Hijau

Ecobiz.asia — Investasi transisi energi global mencapai US$2,3 triliun pada 2025, tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk...

Ekonomi Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia, Potensi Serap 5,3 Juta Lapangan Kerja

Ecobiz.asia — Pengembangan energi hijau diproyeksikan menciptakan hingga 5,3 juta lapangan kerja pada 2029 sekaligus menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Menteri Koordinator...

TOP STORIES

Industri Kelola Emisi Karbon Layak Dapat ‘Sweetener’ Pembiayaan, Persiapan Hadapi CBAM

Ecobiz.asia – Industri nasional didorong mulai menghitung emisi karbon dari kegiatan operasional sebagai langkah awal menghadapi tuntutan perdagangan global yang semakin rendah karbon. Pelaku usaha...

PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, mengembangkan konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi satwa endemik Yaki (Macaca nigra) sekaligus...

Lakukan Studi Penangkapan dan Penyimpangan Karbon (CCS/CCUS), Pertamina Ungkap Target Tahap Comissioning

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan 11 studi carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization, and storage (CCUS) yang diarahkan untuk...

Verra Dapat Persetujuan ICVCM untuk Metodologi CCS, Empat Modul Dinyatakan Penuhi Standar CCP

Ecobiz.asia – Metodologi carbon capture and storage (CCS) milik Verra mendapat persetujuan dari Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) berdasarkan Core Carbon...

Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pertamina menyiapkan sejumlah bisnis energi rendah karbon, mulai dari biofuel, panas bumi, PLTS dan penyimpanan energi hingga CCS/CCUS dan hidrogen hijau, sebagai...