Tanam 4.300 Pohon di Enam Wilayah, Pertagas Perkuat Komitmen Lingkungan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Gas (Pertagas) menanam sebanyak 4.300 pohon di enam wilayah operasi sebagai bagian dari penguatan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-19 Pertagas melalui gerakan “Sedekah Pohon untuk Bumi” yang dipusatkan secara seremonial di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, pada 7 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Pertagas menanam 1.900 pohon mangrove di Wonorejo. Sementara penanaman di wilayah lain dilakukan secara serentak di Dumai, Kutai Timur, Indramayu, Palembang, dan Pangkalan Brandan, dengan total keseluruhan mencapai 4.300 pohon yang terdiri dari mangrove, pohon kayu, dan tanaman endemik.

Read also:  Di Ajang IPA Convex 2026, PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi

Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, mengatakan penanaman mangrove merupakan langkah konkret perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Program ini kami jalankan secara berkelanjutan, bukan sekadar aksi sesaat. Penanaman mangrove merupakan langkah konkret dalam menjaga ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Read also:  Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi 2026, Pahami Informasi Lengkapnya

Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program penghijauan tersebut.

Selain kegiatan ini, Pertagas secara konsisten melaksanakan program penanaman pohon setiap tahun sebagai bagian dari komitmen penghijauan dan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, mengapresiasi inisiatif Pertagas dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove.

Read also:  PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center, Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Penanaman mangrove dinilai memiliki manfaat ekologis penting, antara lain menahan abrasi serta menyerap karbon dioksida (CO₂) hingga 4,7 kilogram per pohon per tahun, sehingga berkontribusi terhadap upaya penurunan emisi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) dan transportasi CO2 untuk...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Chinese Firms Dominate Interest in Danantara Waste-to-Energy Power Projects

Ecobiz.asia — Investor interest in Indonesia’s waste-to-energy power plant projects being developed by Danantara Investment Management (DIM) has surged in the second round of...

Indonesia’s SBK Carbon Project Advances Toward Credit Issuance With Potential for 4 Million VCUs

Ecobiz.asia — The South Barito Kapuas (SBK) Forest Carbon Project in Central Kalimantan, Indonesia, has completed validation and verification under the Verified Carbon Standard...

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

Peminat Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Danantara Membludak, Didominasi Perusahaan China

Ecobiz.asia – Minat investor terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikembangkan Danantara Investment Management (DIM) melonjak tajam pada gelombang kedua seleksi mitra...