Sadot Group Ambil Saham Proyek Karbon Biru di Riau, Targetkan 1,2 Juta Kredit Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Sadot Group Inc., perusahaan agrifood global asal Amerika Serikat, resmi mengambil 37,5% saham di Special Development Group (SDG), entitas lokal yang mengelola proyek restorasi karbon berbasis alam di Kepulauan Riau, Indonesia.

Langkah ini menandai ekspansi strategis Sadot dalam mendekarbonisasi rantai pasok komoditas global melalui solusi berbasis ekosistem.

Proyek yang menggandeng 11 komunitas pesisir adat itu menargetkan penerbitan 1,1 hingga 1,2 juta unit kredit karbon bersertifikasi tinggi dari restorasi gambut dan mangrove yang merupakan penyerap karbon paling efektif di dunia.

Read also:  Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

“Proyek ini memperkuat sinergi operasional dan mendukung target dekarbonisasi kami di sektor gandum, protein, dan logistik,” kata Chagay Ravid, CEO Sadot Group, dalam keterangannya, Rabu (23/7/2025).

“Kredit karbon berbasis alam akan menjadi bagian sentral dalam pembiayaan, regulasi, dan pengukuran rantai pasok di masa depan.”

Sebagian dari kredit karbon yang dihasilkan akan digunakan untuk mengimbangi emisi langsung Sadot Group, memperkuat peta jalan perusahaan menuju net-zero.

Read also:  Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi ESG Sadot yang lebih luas, termasuk praktik pertanian regeneratif, logistik rendah emisi, dan sistem rantai pasok yang dapat dilacak.

Menurut studi McKinsey & Company dan BCG, harga kredit karbon berbasis alam dengan kualitas tinggi diperkirakan bisa melonjak 3 hingga 10 kali lipat pada 2030, seiring meningkatnya permintaan korporasi dan pengetatan regulasi global.

Kredit karbon dari proyek ini akan divalidasi menggunakan metodologi internasional VM0007 (REDD+) dan VM0033 (restorasi lahan basah pasang surut), memastikan kepatuhan terhadap standar tertinggi dunia.

Read also:  KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Sadot Group, yang berbasis di Burleson, Texas, beroperasi di berbagai negara dan sektor pangan global, termasuk perdagangan bahan pangan seperti kedelai, gandum, dan jagung, serta budidaya tanaman pangan dan perkebunan di Afrika Selatan. Pasar utama Sadot mencakup Asia Tenggara, Cina, Timur Tengah, dan Afrika Utara. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...