Ada KONEKSI, Indonesia-Australia Kembangkan Proyek Penelitian Konservasi di Papua Barat Daya

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia dan Australia berkolaborasi mengembangkan proyek penelitian Konservasi ‘Ridge to Reef’ yang inklusif di Papua Barat Daya.

Proyek penelitian itu didukung oleh KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia), dan melibatkan World Resources Institute (WRI) Indonesia, University of Technology Sydney, The University of Queensland, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Saya berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat positif bagi konservasi lingkungan dan perubahan iklim di Desa Malaumkarta dan Soatolo,” kata Wakil Kepala Mission Australia, Gita Kamath dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2024.

Read also:  From Pumped Storage to Green Corridors, KfW Maps Indonesia’s €3.04 Billion Energy Projects Through 2029

Baca juga: Manfaatkan Mikrohidro hingga Biogas, Desa Energi Berdikari Pertamina Capai 102 Desa

Penelitian Konservasi Ridge to Reef mengeksplorasi cara terbaik untuk melindungi kawasan, dari pegunungan hingga laut, dan bagaimana upaya tersebut dapat mendukung inisiatif perubahan iklim yang lebih luas.

KONEKSI menyediakan ruang bagi para peneliti dari kedua negara untuk menghasilkan solusi inovatif dari berbagai sektor, termasuk perubahan iklim.

Proyek penelitian dilaksanakan di Desa Malaumkarta yang selama ini dikenal kaya keanekaragaman hayati namun menghadapi tantangan akibat perubahan iklim, termasuk naiknya permukaan air laut, kerusakan terumbu karang, menurunnya populasi ikan, dan cuaca yang tidak dapat diprediksi.

Read also:  West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Daerah ini menjadi salah satu lokasi penelitian karena fokusnya yang kuat pada konservasi dan pembangunan berkelanjutan, yang dipimpin oleh masyarakat adat setempat, pemuda, dan kelompok perempuan.

Direktur Program Pangan, Tanah, dan Air WRI Indonesia dan peneliti utama studi ini Toni Haryadi, menjelaskan bahwa dengan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan utama di tingkat lokal, regional, dan nasional, proyek ini merekomendasikan cara-cara untuk menciptakan sistem pembiayaan yang berkelanjutan dan struktur tata kelola yang terdesentralisasi untuk proyek-proyek iklim.

Read also:  Indonesia Drafts Carbon Trading Rules for Agriculture, Requires Farmer Participation in Offset Projects

Baca juga: MedcoEnergi Tegaskan Komitmen Transisi Energi, Eksplorasi Teknologi CCS

“Pendekatan ini memberi para pemangku kepentingan lebih banyak pengaruh dalam pengambilan keputusan dan membantu menyeimbangkan kekuasaan, memastikan proyek-proyek iklim di Papua Barat Daya lebih inklusif,” tambah Haryadi.

Konservasi Ridge to Reef merupakan studi komprehensif yang mengkaji kelayakan penerapan konservasi dari pegunungan hingga terumbu karang di Indonesia, dengan fokus pada pengelolaan hutan, daerah aliran sungai, dan hutan bakau, sekaligus mendorong kesetaraan gender, inklusi disabilitas, dan inklusi sosial di semua tingkatan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

Menteri Energi Bangladesh Apresiasi Inovasi PLN Nusantara Power

Ecobiz.asia -- Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood, MP mengapresiasi pengelolaan pembangkit dan inovasi energi bersih yang dikembangkan PT PLN Nusantara Power...

Gold Standard, Verra Launch Tool for Article 6.2 Reporting

Ecobiz.asia – Gold Standard and Verra have launched a new tool to help countries report corresponding adjustments (CAs) for carbon credits authorized under Article...

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

TOP STORIES

Pertamina Identifies 13 Potential CCS/CCUS Study Locations Across Indonesia

Ecobiz.asia -- State-owned oil and gas company PT Pertamina (Persero) has identified around 13 locations across Indonesia for potential carbon capture and storage (CCS)...

Indonesia Eyes Regional CCS Hub, Sees $43 Billion Investment Potential

Ecobiz.asia -- Indonesia has substantial carbon storage potential and is strategically positioned to become a regional carbon capture and storage (CCS) and carbon capture,...

House of Representatives Targets CCS Provisions in New Oil and Gas Law, Aims to Complete Deliberations This Year

Ecobiz.asia -- Indonesia’s House of Representatives (DPR RI) is targeting the inclusion of provisions on carbon capture and storage (CCS) and carbon capture, utilization...

Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat ekspansi bisnis dan kapabilitas global melalui kerja sama dengan Iceland Drilling Company Limited, perusahaan...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...