Komitmen dalam Penerapan Budaya K3, Elnusa Raih Tiga Penghargaan di Indonesia Safety Excellence Award

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) melalui anak usahanya PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Safety Excellence Award 2024 (ISEA 2024). 

Ketiga penghargaan tersebut antara lain The Best Safety Program, The Best Safety Management in BUMN Company dan penghargaan individu kepada Direktur EFK, Ari Wijaya dengan kategori The Best CEO Committed to Occupational Safety & Health (OSH) Culture.
 
Direktur EFK, Ari Wijaya berharap prestasi yang diraih menjadi penyemangat dan meningkatkan motivasi para pekerja untuk senantiasa konsisten dalam implementasi praktik HSSE Golden Rules yaitu Patuh, Intervensi, Peduli dikarenakan hal ini merupakan budaya dasar yang wajib bagi setiap pekerja demi tercapainya Zero Accident. 

Read also:  PLN Nusantara Power Raih 12 Penghargaan EBTKE 2026, Tegaskan Kepeloporan Energi Bersih

Baca juga: PLTS Ground-Mounted 100 MWp Terbesar di Indonesia Resmi Beroperasi, Kementerian ESDM: Bukti Nyata Pengembangan EBT

“Kami berkomitmen untuk terus fokus dan senantiasa melakukan improvement terhadap program budaya K3 agar terciptanya bisnis yang berkelanjutan. Peran dan tanggung jawab mulai dari top manajemen hingga pekerja wajib berkontribusi positif dalam menjadikan lingkungan kerja yang aman dan produktif,” kata Ari.

Read also:  PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Penghargaan diraih EFK setelah wawancara penjurian oleh praktisi profesional OSH yaitu, Dr Supandi Syarwan, MASTAN dan Ketua umum V Ind-Japan Business – INOSHPRO, Satrio Pratomo, IAKKI-INOSHPRO dan Dr Harry Dwi Putra

Baca juga: Implementasi Industri 4.0 Dorong Aspek Keberlanjutan di Sektor Manufaktur, Minimalkan Dampak Lingkungan

ISEA 2024 menjadi konferensi yang digelar rutin sebagai salah satu ajang pemberian apresiasi bagi perusahaan yang telah mengimplementasikan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) dalam kegiatan usahanya serta menjadi kegiatan corporate rating (award) tahunan di bidang Safety dengan tujuan memetakan persoalan dan tantangan dalam aspek K3 yang ada di perusahaan.

Read also:  PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Dalam penghargaan ini, EFK dinilai berdasarkan sejumlah kriteria mulai dari implementasi SMK3, Human Factor & Safety Culture, Risk Management & Emergency Response, Transformasi Digital pada Pengimplementasi K3, Safety in Environment, Social and Governance, Process Safety, Occupational Safety & Health, Inovasi dalam K3, dan Komitmen Manajemen dalam K3. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

PERHAPI: Industri Tambang Tak Cukup Hanya Kejar Produksi, Harus Beri Manfaat Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- Industri pertambangan Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas hingga perubahan regulasi, pertambangan ilegal, serta...

Agincourt Resources Buka OlympiAR 2026, Dorong Talenta Geosains dan Praktik Tambang Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menggelar Olympiad Agincourt Resources (OlympiAR) 2026, kompetisi geosains...

PLN Nusantara Power Raih 12 Penghargaan EBTKE 2026, Tegaskan Kepeloporan Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menorehkan prestasi dalam pengembangan energi bersih dengan meraih 12 penghargaan pada ajang Apresiasi Energi Baru, Terbarukan,...

IndoEBTKE ConEx 2026 Dorong Eksekusi Proyek EBT dan Percepatan Investasi Hijau

Ecobiz.asia -- Forum The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ajang untuk mempercepat realisasi proyek energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) di Indonesia,...

TOP STORIES

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...