Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) melalui kegiatan Business Immersion di Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Rabu (7/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman langsung kepada calon pemimpin mengenai tantangan transformasi sektor ketenagalistrikan, mulai dari pengembangan teknologi rendah karbon dan digitalisasi operasi hingga pengelolaan aset, keselamatan, serta keandalan pasokan listrik.

PLN NP UP Muara Karang dipilih oleh PT Danantara Asset Management sebagai salah satu lokasi pembelajaran dalam program yang diselenggarakan secara serentak di 10 badan usaha milik negara (BUMN).

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, mengatakan pengalaman langsung di lingkungan pembangkitan dapat membantu peserta memahami hubungan antara strategi bisnis, penerapan teknologi, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Read also:  Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

“Keberhasilan transformasi energi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam mengelola aset, mengambil keputusan, dan menghadirkan inovasi secara berkelanjutan,” ujar Ari.

Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan hidrogen hijau melalui Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang. Fasilitas ini menjadi salah satu inisiatif PLN Nusantara Power dalam mengembangkan teknologi hidrogen hijau di Indonesia.

Peserta mempelajari proses produksi hidrogen hijau, potensi pemanfaatannya, serta peluang integrasinya dengan energi terbarukan. Selain itu, PLN NP memperkenalkan pengembangan teknologi carbon capture and storage (CCS) berbasis alga dan berbagai inisiatif energi bersih lainnya.

Pengembangan teknologi tersebut mencerminkan upaya mencari solusi untuk mendukung transisi energi, meskipun penerapan dan kontribusinya terhadap penurunan emisi tetap bergantung pada kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta skala implementasi.

Read also:  Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Digitalisasi dan keandalan pembangkit

Pembelajaran juga mencakup proses bisnis ketenagalistrikan, mulai dari pemantauan operasi melalui control room, prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), pengelolaan generator dan jaringan listrik, hingga pemeliharaan aset serta penerapan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).

Dalam kunjungan ke PLTGU Blok 3, peserta melihat langsung keterkaitan berbagai komponen pembangkit dalam satu sistem operasi. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai peran pemeliharaan preventif, pengendalian risiko, dan budaya keselamatan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

PLN Nusantara Power turut memperkenalkan digitalisasi pengelolaan pembangkitan melalui Nusantara Control Center (NuCC), serta pengembangan energi terbarukan, termasuk PLTS Terapung Cirata.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa transformasi sektor ketenagalistrikan memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup pengembangan teknologi, peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi, dan pengelolaan aset secara berkelanjutan.

Ari mengatakan pembelajaran lapangan diharapkan dapat mendorong peserta menerapkan perspektif yang lebih luas dalam memimpin organisasi dan menghadapi perubahan bisnis.

Read also:  PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

“Kami berharap pembelajaran ini tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi berkembang menjadi gagasan dan tindakan nyata. Pemimpin masa depan perlu memahami bagaimana menciptakan nilai, meningkatkan produktivitas, mengelola risiko, mengembangkan talenta, dan menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” katanya.

Business Immersion merupakan bagian dari P3MD Fase 2 Business & Leadership Class yang diselenggarakan oleh PT Danantara Asset Management. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai konteks bisnis, proses inti, teknologi, serta pengelolaan risiko dan keselamatan di lingkungan BUMN.

Melalui kegiatan ini, PLN Nusantara Power memperkenalkan praktik pengelolaan pembangkitan sekaligus berbagai inisiatif inovasi energi bersih kepada calon pemimpin yang diharapkan berperan dalam mendorong transformasi bisnis dan keberlanjutan sektor energi Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Upstream Energy Transformation Award dalam Dataiku Summit 2026 atas penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI)...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas untuk menyalurkan biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan...

TOP STORIES

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...

Biaya dan Perizinan Jadi Tantangan Pengadaan Listrik Hijau bagi Industri Indonesia

Ecobiz.asia — Biaya listrik hijau dan kemudahan perizinan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam mengakses energi terbarukan di Indonesia. Survei terhadap...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

KLH Sudah Siapkan Draft Permen LH Biodiversity Credit, Cegah Praktik Makelar

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) telah menyiapkan rancangan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang biodiversity credit. Dalam draft yang disiapkan, peran dan...