Panas Bumi, SAF hingga CCS Masuk Agenda Percepatan Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia dan Jepang mempercepat kerja sama pengembangan proyek energi bersih, mulai dari panas bumi, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), Sustainable Aviation Fuel (SAF), amonia hijau, hingga perdagangan karbon untuk mendukung transisi energi dan investasi teknologi rendah karbon di Indonesia.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dengan delegasi Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang di Jakarta, Rabu (16/7/2026).

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan kerja sama Indonesia dan Jepang difokuskan pada percepatan implementasi proyek-proyek strategis energi bersih sekaligus memperkuat investasi teknologi rendah emisi.

Read also:  Industri Kelola Emisi Karbon Layak Dapat ‘Sweetener’ Pembiayaan, Persiapan Hadapi CBAM

Salah satu agenda utama adalah percepatan pengembangan dua proyek panas bumi nasional, yakni PLTP Sarulla dan PLTP Muaralaboh Unit 2.

“Kami saat ini tengah melakukan percepatan pengembangan PLTP Sarulla dan PLTP Muaralaboh Unit 2. Untuk Sarulla, pemerintah terus mengupayakan pemulihan kapasitas pembangkitan melalui implementasi Long Term Restoration Plan dalam tiga tahap. Selain itu, pemerintah juga secara aktif memberikan kepastian bagi investasi lanjutan guna memaksimalkan kapasitas pembangkit,” kata Eniya.

Menurut Eniya, pembangunan PLTP Muaralaboh Unit 2 juga terus didorong untuk meningkatkan bauran energi terbarukan, memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera, membuka lapangan kerja, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Selain panas bumi, kedua negara membahas sejumlah proyek prioritas lainnya, antara lain PLTSa Legok Nangka di Jawa Barat, proyek Green Ammonia Initiative in Aceh (GAIA), pengembangan SAF, pengembangan pembangkit listrik skala kecil dan menengah berbasis nuklir, serta penguatan perdagangan karbon.

Indonesia dan Jepang juga sepakat mempercepat implementasi Joint Crediting Mechanism (JCM), termasuk pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) dan mekanisme perdagangan karbon yang diakui secara internasional.

Di bidang efisiensi energi, Eniya menyampaikan pemerintah terus memperkuat penerapan manajemen energi di sektor industri dan bangunan melalui berbagai regulasi baru. Hingga 2025, ratusan industri dan bangunan telah menyampaikan laporan melalui aplikasi Pelaporan Online Manajemen Energi (POME).

Read also:  Indonesia Tawarkan Energi Hijau untuk Tarik Investasi Data Center

“Implementasi ini berkontribusi terhadap penghematan energi sekaligus penurunan emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Eniya didampingi Direktur Panas Bumi, Direktur Konservasi Energi, serta perwakilan Direktorat Energi Baru Ditjen EBTKE. Sementara delegasi Jepang dipimpin Director General for Energy and Environmental Policy, Agency for Natural Resources and Energy (ANRE), Shinichi Kihara.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama pengembangan energi bersih melalui peningkatan investasi dan percepatan implementasi proyek-proyek rendah karbon guna mendukung target transisi energi Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...