Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka panjang di tanah pertanian.
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Sang Hyang Seri dan PT Legasi Alam Indonesia di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan, diseminasi teknologi, serta edukasi mengenai pemanfaatan biochar di sektor pertanian.
Direktur Utama Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho mengatakan pengembangan biochar diharapkan dapat meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman, sekaligus membuka peluang bisnis berbasis lingkungan.
“Ke depan, kami melihat biochar tidak hanya sebagai teknologi untuk mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga memiliki potensi menciptakan nilai ekonomi baru melalui penyimpanan karbon jangka panjang,” kata Adhi.
Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui pemanasan biomassa dalam kondisi oksigen terbatas. Penggunaannya di sektor pertanian berpotensi memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air dan unsur hara.
Selain manfaat agronomis, penyimpanan karbon dalam tanah melalui biochar berpotensi mendukung pengembangan proyek perdagangan karbon. Namun, realisasi peluang tersebut memerlukan kajian kelayakan teknis, pengukuran dan verifikasi penyimpanan karbon, serta pemenuhan ketentuan perdagangan karbon yang berlaku.
Adhi mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan inovasi untuk memperkuat produktivitas dan keberlanjutan pertanian.
“Penguatan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan benih unggul, tetapi juga perlu didukung oleh kualitas lahan dan penerapan teknologi yang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Legasi Alam Indonesia Philip Cecil Rickard mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan mendorong penelitian dan penerapan biochar yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian Indonesia.
Menurut Philip, sinergi pengembangan teknologi dengan pengalaman Sang Hyang Seri di sektor pertanian berpotensi memperluas penerapan biochar, sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan menjajaki program lanjutan yang lebih konkret sesuai dengan kompetensi dan kesepakatan bersama. Pengembangan biochar diharapkan dapat membuka peluang model bisnis pertanian rendah karbon, dengan mengintegrasikan peningkatan produktivitas lahan dan potensi penyimpanan karbon. ***




