PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk pada Jumat (9/10), sebagai bagian dari persiapan pengujian fasilitas pembangkit sebelum beroperasi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot yang menyaksikan proses tersebut mengatakan pemerintah menargetkan pembangkit itu dapat beroperasi untuk mendukung keandalan pasokan listrik menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kehadiran PLTA Batang Toru diharapkan memperkuat sistem kelistrikan Sumatera bagian utara yang saat ini memiliki cadangan operasional relatif terbatas. Yuliot menyebut cadangan operasional sistem tersebut berada di kisaran 4%, jauh di bawah tingkat ideal yang menurutnya berkisar 15%–20%.

“Cadangan operasional hanya 4%. Idealnya kan sekitar 15 sampai 20%,” ujarnya.

Read also:  PGN Perluas Pasar Gas Bumi, Andalkan CNG hingga Pasokan Baru

Pasokan listrik Sumatera Utara saat ini juga masih mendapat dukungan dari wilayah Sumatera bagian selatan melalui jaringan transmisi. Sementara itu, pertumbuhan beban listrik di Sumatera Utara diperkirakan mencapai 100–120 MW per tahun.

Dengan kapasitas 510 MW, PLTA Batang Toru berpotensi menambah ruang pasokan untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Yuliot menjelaskan, penggenangan waduk merupakan tahapan penting sebelum pengujian menyeluruh terhadap fasilitas pembangkit. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan powerhouse, pencapaian elevasi muka air sesuai target, serta kesiapan penyaluran daya ke jaringan transmisi.

“Jadi, tanpa penggenangan, kita tidak bisa melakukan uji coba atas seluruh fasilitas yang ada di sini,” katanya.

Proses penggenangan dipercepat pada kuartal IV 2026, disertai pengujian instrumen selama sekitar dua pekan. Setelah tahap tersebut, pembangkit akan menjalani pengujian untuk terhubung dengan jaringan PLN sebelum dapat beroperasi secara resmi.

Read also:  Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Kementerian ESDM akan mengevaluasi kesiapan fasilitas sebelum menerbitkan sertifikat laik operasi (SLO).

“Dari Kementerian ESDM tinggal memastikan bisa berjalan baik. Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi,” ujar Yuliot.

Penggenangan waduk dilakukan setelah penyelesaian sejumlah persoalan administratif, termasuk kewajiban yang berkaitan dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup serta Kementerian Kehutanan. Proses penyelesaian tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Kejaksaan Agung.

Dari sisi sumber daya, PLTA Batang Toru mengandalkan pasokan air dari daerah aliran sungai di kawasan Batang Toru. Pemerintah menyebut ketersediaan air sebagai salah satu faktor pendukung pengoperasian pembangkit, termasuk dalam menghadapi kondisi El Niño. Namun, keberlanjutan pasokan tetap bergantung pada kondisi hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai.

Read also:  ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Proyek strategis nasional senilai Rp21,6 triliun ini dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). PLTA tersebut terdiri atas empat unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 127,5 MW.

Pengembang juga telah menyiapkan kajian untuk pengembangan tahap kedua dengan kapasitas tambahan 160 MW.

Yuliot mengatakan proyek tersebut turut melibatkan tenaga kerja lokal dan memanfaatkan peralatan produksi dalam negeri sejauh memungkinkan.

Setelah beroperasi, PLTA Batang Toru diharapkan menambah pasokan listrik berbasis energi terbarukan sekaligus membantu memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera Utara. Realisasi manfaat tersebut akan bergantung pada penyelesaian pengujian, pemenuhan persyaratan operasi, dan kesiapan integrasi pembangkit dengan jaringan listrik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Upstream Energy Transformation Award dalam Dataiku Summit 2026 atas penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI)...

TOP STORIES

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Biaya dan Perizinan Jadi Tantangan Pengadaan Listrik Hijau bagi Industri Indonesia

Ecobiz.asia — Biaya listrik hijau dan kemudahan perizinan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam mengakses energi terbarukan di Indonesia. Survei terhadap...