PGN Percepat Perluasan Jargas GasKita di Sleman, Gandeng PT KSM Sebagai Kontraktor

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempercepat pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) GasKita di Sleman, Yogyakarta, dengan target melayani hingga 12.900 pelanggan rumah tangga, usaha kecil, komersial, hotel, dan rumah sakit.

PGN berharap peningkatan infrastruktur jargas akan memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih gas bumi

PTH Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Rosa Permata Sari, mengatakan percepatan ini sejalan dengan komitmen menghadirkan energi gas bumi yang tersedia 24 jam, hemat, praktis, dan ramah lingkungan.

Read also:  SMI, GGGI Indonesia Sign MoU to Boost Sustainable Infrastructure and Green Financing

“Yogyakarta adalah destinasi wisata utama dengan pertumbuhan usaha kuliner yang pesat. Ini peluang besar bagi PGN untuk mengembangkan jargas, termasuk untuk hotel dan fasilitas kesehatan,” ujarnya dalam penandatanganan SPK pembangunan jargas GasKita di Sleman, dikutip Kamis (31/7/2025).

PGN memanfaatkan moda beyond pipeline berupa Compressed Natural Gas (CNG) dan membangun Stasiun Pengatur Tekanan (PRS) yang terhubung dengan jaringan pipa distribusi sepanjang ±100 km.

Read also:  SPKLU PLN Melonjak 44 Persen Sepanjang 2025, Layanan Home Charging Naik Dua Kali Lipat

Proyek ini menggandeng PT Kian Santang Muliatama Tbk (KSM) sebagai kontraktor pelaksana.

Selain Sleman, pengembangan jargas PGN pada 2025 juga dilakukan di Medan, Dumai, Banyuasin, Musi Banyuasin, Batam, Cilegon, Tangerang, Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Karawang, Cirebon, Semarang, Gresik, dan Surabaya.

Rosa menegaskan seluruh proyek dilaksanakan dengan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) ketat. “HSSE adalah budaya kerja kami. Setiap pekerja mendapat induksi keselamatan untuk memastikan proyek selesai dengan sehat, aman, dan bertanggung jawab,” tegasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

LX International’s Renewable Energy Projects Open Path to Carbon Credit Monetisation in Indonesia

Ecobiz.asia – LX International, a South Korea-based energy company, has secured regulatory approval that allows it to monetise carbon emission reductions generated from its...

Pertamina Hadirkan Green Terminal di Cilegon, Perkuat Ketahanan Energi Rendah Karbon

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur hilir energi nasional dengan menginisiasi Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Fasilitas strategis yang...

Indonesia, Norway Launch Small Grant Facility to Expand Community Role in Forest Climate Action

Ecobiz.asia — The governments of Indonesia and Norway have launched the fourth phase of the Community-Based Environmental Funding Facility (Small Grant) to strengthen public...

ABB Motion Dorong Kolaborasi Industri–Kampus untuk Siapkan Talenta Teknik Masa Depan

Ecobiz.asia — ABB Motion memperkuat kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi melalui program ABB Motion Goes to Campus, sebuah inisiatif yang menyasar pengembangan talenta...

PGN Jadi Offtaker BioCNG Produksi KIS Group dan AEP Group

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) siap menjadi offtaker utama BioCNG dari...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...